Akurat Logo

Gus Alex Ungkap Cerita di Balik Uang Rp200 Juta dalam Kasus Kuota Haji

Saeful Anwar | 18 September 2026, 09:30 WIB
Gus Alex Ungkap Cerita di Balik Uang Rp200 Juta dalam Kasus Kuota Haji
Mantan Stafsus Menteri Agama, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, menjalani sidang korupsi kuota haji di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/9/2026). - Foto: Akurat.co/Saeful Anwar

AKURAT.CO Staf Khusus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Azis alias Gus Alex, mengungkap peruntukan uang Rp200 juta yang sebelumnya disebut saksi Rizky Fisa Abadi sebagai pinjaman.

Dalam persidangan perkara dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026) malam, Ishfah menyebut, uang tersebut diminta untuk memenuhi kebutuhan tambahan uang reses pimpinan Komisi VIII DPR RI.

Rizky merupakan Kepala Subdirektorat Perizinan, Akreditasi, dan Bina Penyelenggaraan Haji Khusus Kementerian Agama periode 2022–2023. Saat ini, Rizky bertugas di Sekretariat Jenderal Kementerian Agama.

Keterangan mengenai uang Rp200 juta itu disampaikan Ishfah saat mendapat kesempatan mengonfirmasi kesaksian Rizky.

Sebelumnya, Rizky mengaku pernah memberikan uang total Rp500 juta kepada pihak yang ditunjuk Ishfah. Uang tersebut diserahkan dalam dua tahap, masing-masing Rp200 juta dan Rp300 juta.

Ishfah kemudian menanyakan kembali kepada Rizky mengenai penyerahan uang tersebut.

"Saya ingin konfirmasi lagi ke Mas Rizky, menanyakan lagi kepada Mas Rizky, dan saya sekali lagi, saya mohon sampaikan apa adanya, sesuatu yang faktanya seperti apa disampaikan saja. Tadi Mas Rizky menyampaikan ketika dikonfirmasi oleh rekan dari Penuntut Umum bahwa Mas Rizky menyerahkan uang ke saya sejumlah Rp500 juta. Betul?" tanya Ishfah dari kursi terdakwa.

"Iya tidak secara langsung," jawab Rizky.

Ishfah kemudian mengonfirmasi penyerahan pertama senilai Rp200 juta yang dilakukan di kompleks DPR RI, Senayan.

"Yang pertama itu disampaikan pinjaman sejumlah Rp200 juta yang diserahkan kepada seseorang di kompleks Senayan, kantor DPR, betul?" tanya Ishfah.

"Betul, Pak," jawab Rizky.

Menurut Ishfah, ketika itu dirinya meminta Rizky menyerahkan uang tersebut kepada dua orang di kompleks DPR RI. Namun, Rizky mengaku hanya bertemu dengan satu orang.

"Seseorang. Mas Rizky tahu untuk keperluan apa?" tanya Ishfah.

"Saya tidak tahu, Pak," jawab Rizky.

Ishfah kemudian mengatakan uang tersebut berkaitan dengan kebutuhan tambahan uang reses pimpinan Komisi VIII DPR RI.

"Bukannya sebelumnya saya sampaikan, saya membutuhkan, mohon tolong dibantu dana sejumlah Rp200 juta untuk keperluan tambahan uang reses pimpinan Komisi VIII, permintaan pimpinan Komisi VIII?" ujar Ishfah.

"Saya tidak ingat, Pak," jawab Rizky.

Ishfah juga menyebut permintaan tersebut disampaikan sebelum Rizky berangkat ke Arab Saudi pada 27 November 2023.

"Sebelum berangkat saya minta tolong langsung serahkan kepada dua orang staf pimpinan Komisi VIII," kata Ishfah.

Namun, Rizky tetap menyatakan dirinya hanya bertemu dengan satu orang saat menyerahkan uang tersebut.

"Tapi saya bertemunya satu orang, Pak," ujar Rizky.

Ishfah juga meluruskan keterangan Rizky yang menyebut uang Rp200 juta tersebut sebagai pinjaman. Menurut Ishfah, uang itu bukan pinjaman, melainkan permintaan bantuan.

"Oke. Itu terkait dengan yang Rp200 juta, dan saya tidak pinjam, Mas. Saya sampaikan saya apa adanya saja. Saya tidak pinjam. Saya minta tolong ke Mas Rizky," jelas Ishfah.

"Baik," jawab Rizky.

Baca Juga: Pramono Tanggapi Pujian Prabowo: Biar Publik yang Menilai

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.