Turki Tangkap 31 Orang dalam Operasi terhadap Kelompok LGBTQ+, 126 Ditahan Saat Demonstrasi

AKURAT.CO Turki menangkap dan menahan puluhan orang dalam operasi terhadap kelompok LGBTQ+ yang berlangsung di sejumlah wilayah. Sedikitnya 31 orang ditahan untuk menjalani proses hukum, sementara 126 orang lainnya ditangkap polisi saat menggelar protes di Ankara dan Istanbul menentang penggerebekan serta penangkapan tersebut.
Menurut keterangan para pengacara yang dikutip Reuters, lima perempuan transgender termasuk di antara mereka yang ditahan di Ankara. Sementara itu, 26 orang lainnya ditahan di Provinsi Mersin, Turki bagian selatan.
Operasi "My Family is Safe"
Penindakan terhadap kelompok LGBTQ+ tersebut merupakan bagian dari operasi pemerintah yang dikenal dengan nama "My Family is Safe". Pemerintah Turki menyatakan operasi itu bertujuan melindungi anak-anak serta menjaga nilai-nilai keluarga.
Penggerebekan dilakukan terhadap sejumlah organisasi yang terkait dengan komunitas LGBTQ+ di beberapa provinsi. Proses hukum terhadap orang-orang yang sebelumnya telah ditangkap juga masih berlangsung.
Pada Senin, pengadilan di Izmir memerintahkan 16 orang untuk ditahan sambil menunggu proses persidangan. Langkah tersebut dilakukan setelah aparat menggelar penggerebekan terhadap sejumlah asosiasi dalam operasi yang dilakukan di beberapa wilayah.
126 Orang Ditangkap Saat Protes
Penangkapan juga terjadi ketika kelompok pendukung LGBTQ+ menggelar aksi protes di Ankara dan Istanbul.
Polisi membubarkan massa pendukung LGBTQ+ di Ankara. Di Istanbul, aparat mencegah kelompok lainnya menyampaikan pernyataan kepada media di luar gedung pengadilan.
Para pengunjuk rasa memprotes rangkaian penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan pemerintah terhadap organisasi serta individu yang terkait dengan komunitas LGBTQ+.
Selain melakukan penangkapan, otoritas Turki juga memblokir sejumlah situs web dan akun media sosial milik organisasi, individu, serta media independen.
Penyelidikan Libatkan 162 Tersangka
Menteri Kehakiman Turki Akın Gürlek mengatakan penyelidikan yang dikoordinasikan jaksa di Istanbul, Ankara, Izmir, Aydın, dan Mersin melibatkan 162 tersangka.
Penyelidikan tersebut juga mencakup sembilan asosiasi dan 13 badan usaha yang tersebar di 15 provinsi.
Komisaris Hak Asasi Manusia Dewan Eropa Michael O’Flaherty menyatakan keprihatinan terhadap penangkapan, penggerebekan, serta pembatasan akses internet yang dilakukan dalam operasi tersebut. Ia menyerukan pembebasan orang-orang yang ditahan karena aktivitas mereka di bidang hak asasi manusia atau masyarakat sipil.
Kelompok hak asasi manusia menilai langkah pemerintah Turki tersebut sebagai peningkatan tekanan terhadap komunitas LGBTQ+ di Turki. Pemerintah Turki sendiri mempertahankan posisi bahwa operasi tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak dan mempertahankan nilai-nilai keluarga.
Sumber: Voiceofemirates
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







