Akurat Logo

Turki Tangkap 31 Orang dalam Operasi terhadap Kelompok LGBTQ+, 126 Ditahan Saat Demonstrasi

Fitra Iskandar | 18 September 2026, 09:26 WIB
Turki Tangkap 31 Orang dalam Operasi terhadap Kelompok LGBTQ+, 126 Ditahan Saat Demonstrasi
Penangkapan pendukung LGBT di Turki - Voiceofemirates

AKURAT.CO Turki menangkap dan menahan puluhan orang dalam operasi terhadap kelompok LGBTQ+ yang berlangsung di sejumlah wilayah. Sedikitnya 31 orang ditahan untuk menjalani proses hukum, sementara 126 orang lainnya ditangkap polisi saat menggelar protes di Ankara dan Istanbul menentang penggerebekan serta penangkapan tersebut.

Menurut keterangan para pengacara yang dikutip Reuters, lima perempuan transgender termasuk di antara mereka yang ditahan di Ankara. Sementara itu, 26 orang lainnya ditahan di Provinsi Mersin, Turki bagian selatan.

Operasi "My Family is Safe"

Penindakan terhadap kelompok LGBTQ+ tersebut merupakan bagian dari operasi pemerintah yang dikenal dengan nama "My Family is Safe". Pemerintah Turki menyatakan operasi itu bertujuan melindungi anak-anak serta menjaga nilai-nilai keluarga.

Penggerebekan dilakukan terhadap sejumlah organisasi yang terkait dengan komunitas LGBTQ+ di beberapa provinsi. Proses hukum terhadap orang-orang yang sebelumnya telah ditangkap juga masih berlangsung.

Pada Senin, pengadilan di Izmir memerintahkan 16 orang untuk ditahan sambil menunggu proses persidangan. Langkah tersebut dilakukan setelah aparat menggelar penggerebekan terhadap sejumlah asosiasi dalam operasi yang dilakukan di beberapa wilayah.

126 Orang Ditangkap Saat Protes

Penangkapan juga terjadi ketika kelompok pendukung LGBTQ+ menggelar aksi protes di Ankara dan Istanbul.

Polisi membubarkan massa pendukung LGBTQ+ di Ankara. Di Istanbul, aparat mencegah kelompok lainnya menyampaikan pernyataan kepada media di luar gedung pengadilan.

Para pengunjuk rasa memprotes rangkaian penggerebekan dan penangkapan yang dilakukan pemerintah terhadap organisasi serta individu yang terkait dengan komunitas LGBTQ+.

Selain melakukan penangkapan, otoritas Turki juga memblokir sejumlah situs web dan akun media sosial milik organisasi, individu, serta media independen.

Penyelidikan Libatkan 162 Tersangka

Menteri Kehakiman Turki Akın Gürlek mengatakan penyelidikan yang dikoordinasikan jaksa di Istanbul, Ankara, Izmir, Aydın, dan Mersin melibatkan 162 tersangka.

Penyelidikan tersebut juga mencakup sembilan asosiasi dan 13 badan usaha yang tersebar di 15 provinsi.

Komisaris Hak Asasi Manusia Dewan Eropa Michael O’Flaherty menyatakan keprihatinan terhadap penangkapan, penggerebekan, serta pembatasan akses internet yang dilakukan dalam operasi tersebut. Ia menyerukan pembebasan orang-orang yang ditahan karena aktivitas mereka di bidang hak asasi manusia atau masyarakat sipil.

Kelompok hak asasi manusia menilai langkah pemerintah Turki tersebut sebagai peningkatan tekanan terhadap komunitas LGBTQ+ di Turki. Pemerintah Turki sendiri mempertahankan posisi bahwa operasi tersebut dilakukan untuk melindungi anak-anak dan mempertahankan nilai-nilai keluarga.

Sumber: Voiceofemirates

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.