Roy Suryo Tolak Restorative Justice, Pilih Lawan Dakwaan Jaksa

AKURAT.CO Roy Suryo menolak menempuh restorative justice (RJ) dalam perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.
Roy memilih tidak mengakui perbuatan sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan akan mengajukan perlawanan terhadap dakwaan tersebut.
Sikap itu disampaikan Roy dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (17/9/2026), saat majelis hakim menanyakan opsi penyelesaian perkara melalui RJ maupun pengakuan terhadap dakwaan.
“Ada ketentuan dalam Pasal 204 ayat (5) yang dihubungkan dengan ayat (7). Saudara bisa melakukan restorative justice(RJ) kalau memenuhi ketentuan ayat (7). Kalau tidak melakukan RJ, bisa menggunakan Pasal 205, yakni pengakuan terhadap dakwaan. Bagaimana?” tanya hakim.
“Tidak, Yang Mulia,” jawab Roy.
Hakim kemudian kembali memastikan sikap Roy. Ia menegaskan tidak akan menempuh RJ maupun mengakui perbuatan sebagaimana dakwaan jaksa.
“Kami tidak akan melakukan RJ dan tidak akan mengakui perbuatan. Kami akan mengajukan perlawanan,” kata Roy.
Dalam persidangan yang sama, kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, meminta jaksa melengkapi sejumlah berkas perkara yang belum diterima pihak terdakwa.
Refly mengatakan tim kuasa hukum membutuhkan berita acara pemeriksaan (BAP) yang belum disampaikan.
Selain itu, pihaknya meminta daftar barang bukti atau alat bukti yang digunakan dalam perkara tersebut.
“Yang Mulia, sekadar penegasan, kami meminta kelengkapan berkas. Tadi sudah saya sampaikan secara informal,” ujar Refly.
“Perlakuannya sama dengan kasus Dokter Tifa. Kami membutuhkan BAP yang belum disampaikan kepada kami, dan juga daftar barang bukti atau alat bukti,” sambungnya.
Baca Juga: Sidang Perdana Roy Suryo, Refly Harun Persoalkan Dua Versi Surat Dakwaan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit








