KPK Tak Perlu Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Soedeson Tandra: Percayakan pada Kejaksaan dan Kepolisian

AKURAT.CO Usulan Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih penanganan kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, dinilai tidak perlu dilakukan.
Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra, menilai penanganan perkara itu seyogyanya tetap dipercayakan kepada institusi yang memiliki kewenangan, yakni Kejaksaan dan Kepolisian.
"Menurut saya, sudahlah. Saran beliau itu sesaat saja. Sebagai warga negara boleh berpendapat, gitu kan. Kita terima saran beliau. Tetapi, menurut saya tidak perlu," kata Soedeson saat dihubungi Akurat.co, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Mahfud MD: Hanya KPK yang Berwenang Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
Dia menjelaskan, KPK maupun Kepolisian sama-sama memiliki kewenangan dalam proses penyidikan. Karenanya, tidak ada alasan untuk langsung meminta KPK mengambil alih perkara tersebut.
"Karena KPK juga punya kewenangan untuk melakukan penyidikan. Ya kan? Kepolisian juga punya kewenangan untuk melakukan penyidikan. Jadi sebaiknya kita percaya kepada institusi kejaksaan dan kepolisian untuk menegakkan itu," ujarnya.
Dia juga mengingatkan bahwa mekanisme pengawasan oleh KPK telah diatur dalam undang-undang. Menurutnya, KPK tetap menjalankan fungsi supervisi dan monitoring terhadap perkara, meski tidak harus menyampaikannya kepada publik.
Baca Juga: Mahfud MD Dorong Prabowo Intervensi, KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
"Nah, undang-undang kan sudah ngomong, KPK kan mensupervisi, ya kan. Kami percaya bahwa KPK juga tidak lepas tangan. Tapi apa perlu dia ngomong sama orang, eh saya lagi mensupervisi itu kan tidak perlu," ucap dia.
Dia menegaskan, KPK tetap menjalankan tugasnya sesuai kewenangan dalam mengawasi perkembangan perkara. Karena itu, KPK dinilai akan tetap menjalankan fungsinya.
"Pasti KPK mensupervisi, melakukan monitoring, melakukan apalah begitu, pengawasan juga begitu. Jangan kata-kata pengawasan begitu. Tapi, mensupervisi dan monitoring terhadap perkara ini. Saya percaya KPK tidak lepas tangan. Begitu lho," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






