KPK Mulai Telusuri Dugaan Aliran Dana ke Dedi Congor dalam Kasus Suap Impor Blueray Cargo

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mendalami dugaan keterlibatan mantan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Ahmad Dedi alias Dedi Congor, dalam perkara suap pengurusan impor yang menjerat PT Blueray Cargo.
Pendalaman dilakukan menyusul munculnya fakta persidangan serta keterangan sejumlah saksi, yang mengarah pada dugaan aliran dana kepada yang bersangkutan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penyidik saat ini tengah menelusuri seluruh informasi yang berkembang, baik dari persidangan maupun hasil pemeriksaan saksi.
Baca Juga: Bos Blueray Cargo Akui Kucurkan Rp30 Miliar ke Dedi Congor
"Dari fakta yang muncul di persidangan maupun keterangan para saksi, muncul adanya dugaan aliran tersebut maka penyidik tentunya akan mendalami,” kata Budi kepada wartawan, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Salah satu saksi yang diperiksa untuk mengonfirmasi informasi tersebut adalah pendiri sekaligus Sekretaris Indonesia Audit Watch (IAW), Iskandar HP Sitorus. Dia diperiksa sebagai saksi, Jumat (12/6/2026) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.
Iskandar diperiksa karena perannya sebagai pihak yang menerima kuasa nonlitigasi dari pemilik PT Blueray Cargo, John Field. "Saksi IHS bertindak seperti halnya konsultan dari PT BR. Dalam beberapa materi pemeriksaan ini, saksi IHS juga menyampaikan keterangan yang dibutuhkan oleh penyidik," ujar Budi.
Dia menegaskan, setiap keterangan saksi menjadi bagian penting dalam upaya penyidik mengembangkan perkara dan menelusuri pihak-pihak lain yang diduga turut menikmati aliran dana hasil praktik korupsi tersebut.
"Keterangan setiap saksi, termasuk IHS, tentunya membantu proses penyidikan untuk terus menelusuri pihak-pihak lain yang juga diduga terkait," katanya.
Baca Juga: Sidang Bos Blueray Cargo, Jaksa Ungkap Aliran Uang Rp21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai Djaka Budi
Sebelumnya, nama Ahmad Dedi kembali mencuat dalam sidang pemeriksaan terdakwa John Field di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Dalam persidangan tersebut, John Field mengungkap total dana yang telah dikeluarkan pihaknya kepada sejumlah pejabat Bea Cukai mencapai Rp91 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp30 miliar disebut mengalir kepada Ahmad Dedi.
"Yang 30 (miliar) itu setiap bulan saya bantu 5 miliar. (Uang) 5 miliar ke Pak Dedi yang saya tahu dia itu di salah satu, saya enggak tahu dia di Bea Cukai ya, saya tahunya dia itu BIN," ujar John Field di hadapan majelis hakim.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






