Anak Gubernur Kalbar Ria Norsan Dicecar KPK Soal Aliran Uang Korupsi Proyek Jalan

AKURAT.CO Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat, Arief Rinaldi, pada Kamis (4/12/2025).
Putra Gubernur Kalbar, Ria Norsan, itu dimintai keterangan terkait dugaan aliran uang dalam kasus korupsi proyek peningkatan jalan di Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2015.
"Pemeriksaan terhadap saksi AR, penyidik menelisik terkait aliran dana," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarrta.
Selain Arief, KPK turut memanggil tiga saksi lain, yakni Emma Suhartini (ibu rumah tangga), Eddy Dwi Pribadi (notaris) dan Istiqomah Iskandar (karyawan swasta). Namun, ketiganya tidak hadir.
Baca Juga: KPK Periksa Anak Ria Norsan Terkait Korupsi Proyek Jalan di Kabupaten Mempawah
Budi tidak menjelaskan apakah ada konfirmasi ketidakhadiran dari para saksi tersebut.
"Saksi lain tidak hadir," katanya.
Dalam pengusutan perkara ini, KPK sebelumnya telah memeriksa Gubernur Kalbar, Ria Norsan, yang menjabat Bupati Mempawah ketika proyek berlangsung.
Penyidik juga menggeledah rumah pribadi dan rumah dinas Bupati Mempawah, yang kini ditempati oleh Erlina, istri Ria Norsan.
Baca Juga: KPK Pastikan Korupsi PUPR Mempawah Atas Sepengetahuan Gubernur Ria Norsan
KPK tengah menyidik dugaan korupsi dalam proyek peningkatan dua ruas jalan yakni Jalan Sekabuk-Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama-Sei Sederam, pada Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mempawah Tahun Anggaran 2015.
Surat perintah penyidikan (sprindik) telah diterbitkan sejak beberapa waktu lalu.
Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka meski belum diumumkan secara resmi.
Informasi yang diperoleh menyebut para tersangka adalah Abdurahman (PNS), Lutfi Kaharuddin (Dirut PT Aditama Borneo Prima) dan Idy Safriadi (PNS Kabupaten Mempawah).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 3Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 4Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri
- 10Presiden Prabowo Terima Kunjungan Sekjen PBB António Guterres di Hambalang








