Akurat Logo

Belajar dari Kasus Bekasi: 5 Panduan Islami Memilih Pondok Pesantren yang Aman dan Amanah untuk Anak

Lufaefi | 12 Oktober 2026, 06:48 WIB
Belajar dari Kasus Bekasi: 5 Panduan Islami Memilih Pondok Pesantren yang Aman dan Amanah untuk Anak
Pondok Pesantren - Istimewa

AKURAT.CO Memilih pondok pesantren untuk anak bukan sekadar menentukan tempat belajar agama, menghafal Al-Qur’an, atau mendalami kitab kuning. Orang tua juga perlu memastikan bahwa pesantren tersebut memiliki lingkungan yang aman, pengasuh yang bertanggung jawab, serta sistem perlindungan santri yang jelas.

Kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk dugaan pelanggaran terhadap anak, menjadi pengingat bahwa reputasi lembaga dan identitas keagamaan saja tidak cukup untuk menjamin keamanan. Dalam memilih pesantren, orang tua perlu melakukan pemeriksaan secara langsung dan tidak hanya mengandalkan rekomendasi orang lain.

Lantas, bagaimana panduan Islami memilih pondok pesantren yang aman dan amanah bagi anak?

1. Periksa Rekam Jejak dan Legalitas Pesantren

Langkah pertama adalah memeriksa identitas, legalitas, dan rekam jejak pesantren. Orang tua dapat mencari informasi mengenai izin atau status terdaftar lembaga, latar belakang pengasuh, kurikulum, serta kegiatan pendidikan yang dijalankan.

Jika memungkinkan, kunjungi pesantren secara langsung. Amati kondisi asrama, ruang belajar, kamar mandi, fasilitas kesehatan, dan lingkungan tempat anak beraktivitas sehari-hari.

Orang tua juga perlu mencari informasi dari wali santri yang sedang atau pernah menyekolahkan anaknya di sana. Namun, penilaian sebaiknya tidak hanya berdasarkan popularitas, jumlah pengikut media sosial, atau banyaknya alumni yang dikenal masyarakat.

Dalam Islam, amanah merupakan prinsip penting dalam menjalankan tanggung jawab. Allah Swt. berfirman dalam QS. An-Nisa ayat 58:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا

Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58).

Ayat ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pendidikan harus dijalankan secara jujur dan profesional, termasuk dalam menjaga keselamatan anak yang dipercayakan kepada lembaga.

2. Kenali Pengasuh dan Budaya Pendidikan di Pesantren

Sosok kiai, ustaz, ustazah, dan pengasuh memiliki peran besar dalam membentuk karakter santri. Karena itu, orang tua perlu mengetahui bagaimana mereka mendidik, mendisiplinkan, dan berinteraksi dengan anak-anak.

Baca Juga: Cara Menghindari Kekerasan Seksual di Lingkungan Pesantren

Tanyakan bagaimana pesantren menangani pelanggaran tata tertib, konflik antarsantri, perundungan, dan dugaan kekerasan. Perhatikan apakah pendekatan pendidikan lebih mengutamakan pembinaan yang mendidik atau justru menggunakan penghinaan, ancaman, dan hukuman yang membahayakan.

Menghormati guru memang bagian dari adab menuntut ilmu. Namun, penghormatan tidak berarti membenarkan segala tindakan pengajar tanpa evaluasi.

Pengasuh yang amanah seharusnya bersedia menjelaskan aturan pendidikan, menerima pertanyaan orang tua, dan bertanggung jawab atas keselamatan santri. Otoritas keagamaan tidak boleh digunakan untuk menutupi kesalahan atau membuat anak takut melaporkan perlakuan yang tidak pantas.

3. Pastikan Ada Sistem Perlindungan dari Kekerasan Seksual

Ini merupakan salah satu aspek terpenting yang perlu diperiksa orang tua. Pesantren yang aman harus memiliki aturan dan mekanisme pencegahan kekerasan seksual, perundungan, serta bentuk kekerasan lainnya.

Orang tua dapat menanyakan beberapa hal, seperti siapa yang menerima pengaduan, bagaimana laporan ditindaklanjuti, bagaimana santri dilindungi dari intimidasi, dan apakah tersedia pendampingan bagi korban.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi