Bandara Riyadh Kembali Diserang Rudal Houthi, Korban Tewas Bertambah Jadi 13 Orang

AKURAT.CO Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan proyektil pada Minggu (11/10/2026), sehari setelah serangan rudal di terminal yang sama menewaskan sedikitnya 12 orang. Serangan terbaru yang diklaim kelompok Houthi tersebut memicu kekhawatiran terhadap keamanan penerbangan, fasilitas minyak, dan jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk.
Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yaman menyatakan serangan terbaru menghantam terminal penumpang di kompleks bandara yang melayani penerbangan domestik melalui Terminal 3 dan 4. Otoritas Saudi melaporkan sejumlah orang terluka dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Kedutaan Besar India di Arab Saudi mengonfirmasi seorang warga negaranya meninggal dunia pada Minggu akibat luka-luka yang diderita dalam serangan rudal sehari sebelumnya. Dengan demikian, jumlah korban tewas dalam serangan di Bandara Riyadh pada Sabtu berpotensi bertambah menjadi 13 orang. Selain korban meninggal, sekitar 300 orang dilaporkan terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Bandara tersebut masih ditutup pada Minggu.
Trump Pertimbangkan Keterlibatan Militer AS
Eskalasi serangan Houthi terhadap Arab Saudi membuka potensi perluasan perang di kawasan Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan sedang mempertimbangkan keterlibatan militer AS dalam perang melawan Houthi.
Trump juga berencana berbicara dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, yang dilaporkan tengah mencari bantuan untuk menghadapi serangan tersebut. Hingga Minggu, Gedung Putih belum memberikan komentar resmi mengenai kemungkinan langkah militer Washington.
Serangan rudal pada Sabtu disebut otoritas Saudi sebagai serangan paling mematikan di negara Arab Teluk sejak perang Iran dimulai.
Selain Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, otoritas Saudi kemudian menyatakan Bandara Internasional King Fahd di Dammam juga menjadi sasaran serangan. Namun, pemerintah belum memberikan keterangan terperinci mengenai dampak serangan di bandara tersebut.
Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan itu. Pada Minggu, kelompok tersebut juga menyatakan telah menyerang fasilitas minyak dan gas di wilayah timur Arab Saudi.
Sebelumnya, Houthi melaporkan Bandara Sanaa, ibu kota Yaman yang dikuasai kelompok tersebut, kembali menjadi sasaran serangan. Mereka menuding Arab Saudi berada di balik serangan tersebut.
Houthi Ancam Penerbangan di Wilayah Arab Saudi
Kelompok Houthi dilaporkan terus menargetkan Bandara Riyadh setiap hari sejak Rabu. Mereka memperingatkan maskapai penerbangan, pekerja bandara, dan penumpang agar tidak menggunakan bandara maupun wilayah udara Arab Saudi karena dianggap rentan terhadap serangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan



