Akurat Logo

Sambut Tahun Baru, Ini Tanggal dan Waktu Peringatan Hari Besar Islam 2027

Lufaefi | 5 Oktober 2026, 11:00 WIB
Sambut Tahun Baru, Ini Tanggal dan Waktu Peringatan Hari Besar Islam 2027
Hari besar Islam - Istimewa

AKURAT.CO Tahun 2027 akan diwarnai sejumlah hari besar Islam yang dapat menjadi momentum bagi umat Muslim untuk memperkuat keimanan sekaligus memperbaiki kualitas kehidupan. Mulai dari Isra Mi’raj, Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Islam, hingga Maulid Nabi Muhammad SAW.

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2027 yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, terdapat enam peringatan hari besar Islam sepanjang tahun tersebut. Menariknya, Isra Mi’raj diperingati dua kali, yakni pada awal dan akhir tahun 2027.

Hari-hari besar Islam bukan sekadar penanda dalam kalender atau kesempatan untuk menikmati hari libur. Setiap peringatan menyimpan pesan spiritual yang dapat menjadi ruang refleksi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dari Isra Mi’raj hingga Idul Fitri

Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 5 Januari 2027. Peristiwa ini mengingatkan umat Islam tentang pentingnya salat sebagai fondasi hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Selanjutnya, umat Islam akan menyambut Idul Fitri 1448 H pada 10–11 Maret 2027. Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan, Idul Fitri menjadi momentum untuk kembali memperkuat hubungan dengan Allah sekaligus memperbaiki hubungan antarsesama manusia.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap 11 Terduga Teroris di 6 Provinsi, Terafiliasi Jaringan Daulah Islamiyah?

Al-Qur’an mengingatkan bahwa tujuan puasa adalah membentuk ketakwaan. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanū kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna min qablikum la‘allakum tattaqūn.

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al-Baqarah: 183).

Ayat tersebut menegaskan bahwa Ramadan tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga. Nilai pentingnya justru terlihat dari perubahan sikap dan perilaku setelah bulan puasa berakhir.

Idul Adha dan Tahun Baru Islam: Momentum Berbenah

Pada Senin, 17 Mei 2027, umat Islam diperkirakan merayakan Idul Adha 1448 H. Hari raya ini mengingatkan kembali pada keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menunjukkan ketaatan kepada Allah.

Ibadah kurban juga mengajarkan bahwa keimanan perlu diwujudkan melalui kepedulian sosial. Semangat berkurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga kesediaan berbagi dan memperhatikan sesama.

Kemudian, Tahun Baru Islam 1 Muharam 1449 H diperkirakan jatuh pada Minggu, 6 Juni 2027. Pergantian tahun Hijriah dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi perjalanan hidup, memperbaiki niat, dan menyusun langkah yang lebih baik.

Dalam Islam, perubahan menuju kebaikan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Karena itu, tahun baru tidak harus dimaknai sebatas pergantian angka, tetapi juga sebagai pengingat untuk terus memperbaiki diri.

Maulid Nabi dan Isra Mi’raj di Pengujung Tahun

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1449 H tercantum pada Minggu, 15 Agustus 2027. Momen ini dapat dimanfaatkan untuk kembali mempelajari keteladanan Rasulullah, terutama dalam hal akhlak, kasih sayang, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.

Allah SWT menyebut Rasulullah sebagai teladan bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir. Hal ini termaktub dalam QS Al-Ahzab ayat 21.

Sementara itu, Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1449 H diperkirakan berlangsung pada Minggu, 26 Desember 2027. Dengan demikian, umat Islam akan memperingati Isra Mi’raj dua kali dalam kalender Masehi 2027.

Adapun jadwal hari besar Islam tersebut masih berupa perkiraan kalender. Kepastian awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1448 H tetap menunggu penetapan resmi pemerintah melalui mekanisme rukyatul hilal dan Sidang Isbat Kementerian Agama.

Hari Libur Bukan Sekadar Waktu Beristirahat

Sejumlah hari besar Islam pada 2027 juga ditetapkan sebagai libur nasional. Meski demikian, makna peringatan keagamaan tidak semestinya berhenti pada kesempatan beristirahat atau berkumpul bersama keluarga.

Baca Juga: Begini Cara Ulama Menasihati Pemerintah Menurut Islam

Hari-hari tersebut dapat menjadi pengingat untuk memperkuat ibadah, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kepedulian sosial. Dengan memahami pesan di balik setiap peringatan, kalender keagamaan dapat menjadi sarana menata kehidupan spiritual, bukan sekadar daftar tanggal merah.

Pada akhirnya, setiap momentum keagamaan menghadirkan kesempatan untuk bertanya kepada diri sendiri: sejauh mana iman telah membentuk perilaku, dan kebaikan apa yang sudah dilakukan untuk sesama?

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi