Akurat Logo

Ramai Kasus Pelecehan Seksual, Begini Cara Islam Menahan Hawa Nafsu

Lufaefi | 19 September 2026, 09:30 WIB
Ramai Kasus Pelecehan Seksual, Begini Cara Islam Menahan Hawa Nafsu
Pelecahan Seksual - istimewa

AKURAT.CO Pelecehan seksual menjadi persoalan yang terus mendapat perhatian masyarakat. Kasusnya dapat terjadi di berbagai ruang, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat kerja, transportasi umum, hingga ruang digital.

Di tengah persoalan tersebut, pembahasan mengenai pengendalian hawa nafsu kembali menjadi penting. Dalam Islam, dorongan seksual merupakan bagian dari fitrah manusia. Namun, dorongan tersebut harus dikendalikan agar tidak berubah menjadi tindakan yang merugikan atau melanggar kehormatan orang lain.

Islam tidak mengajarkan manusia untuk memusuhi hawa nafsu, tetapi mengarahkannya agar berada dalam batas yang dibenarkan syariat.

Allah SWT berfirman:

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ ۝ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi'at: 40–41).

Ayat tersebut menggambarkan pentingnya kemampuan seseorang mengendalikan dorongan dirinya. Keinginan tidak selalu harus diikuti, terlebih ketika keinginan tersebut dapat membawa seseorang melakukan perbuatan yang dilarang.

Lantas, bagaimana Islam mengajarkan manusia mengendalikan hawa nafsu?

  1. Menjaga pandangan

Salah satu langkah yang diajarkan Al-Qur'an adalah menjaga pandangan.

Allah SWT berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ

“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka.” (QS. An-Nur: 30).

Menjaga pandangan bukan berarti menyalahkan korban atau membebankan tanggung jawab pelecehan kepada korban. Tanggung jawab utama untuk tidak melakukan pelecehan tetap berada pada pelaku.

Prinsip menjaga pandangan lebih ditujukan sebagai pengendalian diri agar seseorang tidak sengaja memelihara pandangan atau pikiran yang dapat mendorong perilaku seksual yang tidak terkendali.

Baca Juga: Solusi Islam dalam Menjalankan Diet

  1. Menghindari situasi yang membuka peluang pelanggaran

Pengendalian hawa nafsu juga dapat dilakukan dengan mengenali situasi yang berpotensi mendorong seseorang melakukan tindakan yang melanggar batas.

Islam mengajarkan pentingnya menjaga batas pergaulan dan menghindari kondisi yang dapat membuka pintu kepada perbuatan yang dilarang.

Dalam konteks modern, prinsip tersebut juga dapat diterapkan di ruang digital. Seseorang perlu berhati-hati dalam mengakses konten seksual, mengirim pesan bernuansa seksual, atau melakukan interaksi yang melanggar privasi dan batas orang lain.

  1. Menjaga kehormatan orang lain

Islam memandang kehormatan manusia sebagai sesuatu yang harus dijaga.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi