Akurat Logo

Presiden Prabowo Kutip Al-Baqarah Ayat 191 Saat Singgung Fitnah, Ini Pesannya

Moehamad Dheny Permana | 19 September 2026, 09:38 WIB
Presiden Prabowo Kutip Al-Baqarah Ayat 191 Saat Singgung Fitnah, Ini Pesannya
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam HUT ke-28 PAN, di Jakarta, Jumat (18/9/2026). - Foto: PAN TV

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menyinggung sejumlah pihak yang disebutnya sebagai pakar karena dinilai melontarkan fitnah terhadap pemerintah. Dalam menyampaikan responsnya, Prabowo mengutip Surah Al-Baqarah ayat 191.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (18/9/2026).

Berawal dari pembicaraan mengenai basis agamis PAN, Prabowo menanyakan kepada para hadirin mengenai rujukan kalimat yang menyebut fitnah lebih kejam daripada pembunuhan.

Ia kemudian menyebut Surah Al-Baqarah ayat 191 sebagai ayat yang dimaksud.

"Surat Al-Baqarah ayat 191. 'Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan'," ujar Prabowo.

Setelah mengutip ayat tersebut, Prabowo mengarahkan pembicaraan kepada sejumlah pakar yang menurutnya telah melontarkan fitnah.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah," katanya.

Meski merasa diserang melalui pernyataan tersebut, Prabowo mengatakan tidak ingin memperpanjang persoalan.

Ia mengaku memilih mencatat pernyataan yang disampaikan dan membuka ruang untuk memaafkan apabila pihak yang bersangkutan menyadari perbuatannya.

"Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya pun mencatat saja. Kalau dia sadar, saya maafkan," ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyampaikan pesan mengenai tanggung jawab seseorang yang memiliki pengetahuan dan kepakaran.

Menurutnya, kecerdasan dan keahlian seharusnya disertai kejujuran ketika digunakan untuk menyampaikan pandangan kepada publik.

"Tapi saya ingatkan, kalau Anda punya kepintaran, kalau Anda punya kepakaran, jangan lupa seorang cendekiawan itu harus jujur! Itu namanya kejujuran intelektual, intellectual honesty," kata dia.

Prabowo menilai kejujuran menjadi bagian penting dalam menjalankan peran sebagai cendekiawan, terlebih ketika menyampaikan analisis maupun pandangan terkait kepentingan bangsa.

Baca Juga: 5.000 Kampung Nelayan Dikebut Sebelum 2029, Prabowo Siapkan Ribuan Kapal

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.