Jelang Muktamar NU, Cak Imin: Semua Ingin Perbaikan, Mutlak Perubahan

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyatakan banyak tokoh Nahdlatul Ulama (NU) menginginkan adanya pembaruan kepemimpinan menjelang Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Menurutnya, aspirasi tersebut muncul sebagai bentuk keinginan memperbaiki kondisi organisasi melalui pergantian kepengurusan.
"Saya sudah bertemu dengan banyak tokoh. Semua menginginkan perbaikan dari kepemimpinan yang ada. Karena itu, pembaruan menjadi sesuatu yang mutlak," kata Cak Imin kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Ia mengaku selama ini menerima banyak aspirasi dari berbagai kalangan yang menginginkan perubahan di tubuh PBNU. Menurut Cak Imin, aspirasi tersebut disampaikan kepadanya karena dinilai tidak memiliki ruang lain untuk disuarakan secara terbuka menjelang Muktamar.
Baca Juga: Disebut Gus Yahya Tidak Pernah Jadi Pengurus NU, Cak Imin: Saya Ini Rais Syuriah NU
Sebagai kader NU, Cak Imin mengatakan dirinya hanya menyampaikan aspirasi yang berkembang di kalangan warga Nahdliyin. Ia menilai momentum Muktamar merupakan kesempatan yang tepat untuk menghadirkan kepemimpinan baru yang mampu membawa pembaruan bagi organisasi.
Meski mendorong perubahan, Cak Imin menegaskan PKB tidak akan mencampuri proses pemilihan Ketua Umum PBNU. Menurutnya, mekanisme pemilihan sepenuhnya merupakan kewenangan internal NU sesuai aturan organisasi.
"Kita tidak boleh ikut-ikut. Itu urusan internal PBNU. PKB hanya memberikan dukungan dari luar," ujarnya.
Cak Imin juga menyebut terdapat banyak tokoh NU dari berbagai daerah yang dinilai memiliki kapasitas untuk memimpin PBNU. Ia tidak menyebut nama secara spesifik, namun menilai regenerasi kepemimpinan telah tersedia dan siap mengikuti mekanisme Muktamar.
Baca Juga: Kiai Said Aqil Siraj Dinilai Paling Mumpuni Kriteria Rais Aam pada Muktamar ke-35 NU
Pernyataan tersebut menambah dinamika menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. Sebelumnya, sejumlah nama telah disebut masuk dalam bursa calon Ketua Umum PBNU, sementara Ketua Umum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf juga menyatakan akan kembali maju untuk melanjutkan program-program yang belum tuntas.
Muktamar ke-35 NU diperkirakan menjadi forum penting yang tidak hanya memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menentukan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan keumatan, kebangsaan, dan penguatan peran Nahdlatul Ulama di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Saran Meningkatkan Kualitas dan Pemanfaatan Buku Teks dalam Pembelajaran
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Netanyahu: AS Akan Hentikan Bantuan Militer ke Israel, Tinggal Menunggu Waktu
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon
- 10Hakim Tolak Batalkan Dakwaan Febrie Adriansyah, Perkara Emas 74 Kilogram dan Valas Dilanjutkan ke Pembuktian









