Antara Perintah Guru dan Suami, Mana yang Harus Diutamakan oleh Istri?

AKURAT.CO Dalam Islam, ketaatan seorang istri kepada suami adalah hal yang sangat diutamakan.
Namun, ketika seorang istri dihadapkan pada situasi di mana dia harus memilih antara mengikuti perintah suaminya atau perintah gurunya, bagaimanakah posisi yang seharusnya diambil?
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ
"Laki-laki adalah pemimpin bagi wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS. An-Nisa: 34)
Ayat ini menunjukkan bahwa suami memiliki tanggung jawab kepemimpinan atas istrinya, sehingga ketaatan istri kepada suami menjadi sebuah kewajiban, selama perintah suami tidak bertentangan dengan syariat.
Rasulullah SAW juga bersabda:
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا لِمَا جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ الْحَقِّ
“Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada yang lain, niscaya aku perintahkan wanita untuk sujud kepada suaminya, karena hak yang telah Allah tetapkan atas mereka terhadap suami mereka.” (HR. Tirmidzi)
Baca Juga: Doa untuk Orang Tua yang Sudah Lansia, Supaya Tetap Sehat dan Bahagia
Hadis ini mempertegas pentingnya ketaatan istri kepada suaminya dalam batas-batas yang dibenarkan oleh syariat Islam.
Di sisi lain, Islam sangat menghormati dan memuliakan para guru. Nabi Muhammad SAW bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”_ (HR. Muslim)
Guru dianggap sebagai orang yang memberikan ilmu dan bimbingan kepada muridnya, sehingga sangat pantas untuk dihormati. Bahkan, ada riwayat yang menyebutkan bahwa posisi guru dalam Islam sangat tinggi.
Namun, dalam hal ketaatan, Islam menetapkan bahwa seorang istri harus lebih mengutamakan perintah suami dibandingkan guru, kecuali jika perintah suami bertentangan dengan ajaran Islam atau menghalangi istri dalam melaksanakan kewajiban agama seperti menuntut ilmu yang wajib.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa dalam kondisi normal, seorang istri harus mengutamakan ketaatan kepada suaminya dibandingkan dengan perintah dari gurunya.
Baca Juga: Istri Ridwan Kamil Positif Covid-19, Ini Doa Terhindar dari Virus Corona
Ini adalah wujud dari penghormatan dan kepatuhan yang diwajibkan dalam syariat. Namun, jika perintah suami bertentangan dengan syariat atau menghalangi kewajiban agama, istri berhak untuk menolak dengan cara yang baik.
Tentu saja, dalam kehidupan rumah tangga yang ideal, sebaiknya suami dan istri saling berkomunikasi dan memahami satu sama lain, termasuk dalam urusan menuntut ilmu atau nasihat dari guru, sehingga tidak terjadi pertentangan yang bisa mengganggu keharmonisan rumah tangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 54 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 6Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai





