Bagaimana Tanggapan Kafir Quraisy atas Hijrah Rasul SAW ke Madinah?

AKURAT.CO Ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah dari Allah SWT untuk berhijrah ke Madinah, kaum kafir Quraisy menunjukkan sikap yang keras dan menentang.
Berikut adalah beberapa aspek tanggapan kafir Quraisy terhadap hijrah Rasulullah:
-
Rasa Takut dan Kalut:
Kafir Quraisy merasa takut dan kalut karena mengetahui Islam kemungkinan akan berkembang pesat di Madinah.
Letak Madinah yang strategis sebagai tempat lalu lalang pedagang dari Yaman ke Syam membuat mereka khawatir.
Perkembangan Islam tidak hanya berpengaruh pada ideologi, tetapi juga ekonomi.
-
Tindakan yang Diperhitungkan:
Kafir Quraisy menyiapkan tiga pilihan untuk menindak Rasulullah yang masih berada di Makkah.
Pertama, membiarkan Rasul hijrah ke Madinah dengan sendirinya. Kedua, memenjarakannya. Ketiga, membunuhnya.
Awalnya, mereka membiarkan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, tetapi dikhawatirkan umat Islam semakin kuat dan kembali untuk memerangi mereka.
Akhirnya, mereka memutuskan untuk membunuh Nabi Muhammad, tetapi rencana itu gagal.
-
Rentetan Peristiwa:
Sebelum para sahabat dan Rasulullah hijrah ke Madinah, ada rentetan peristiwa penting.
Pada 3 tahun awal masa kenabian, Nabi Muhammad hanya berdakwah dengan sembunyi-sembunyi.
Kemudian, Allah mengizinkannya berdakwah secara terang-terangan. Umat Islam semakin bertambah banyak hingga menimbulkan amarah kaum kafir.
Siksaan demi siksaan kejam diterima Nabi Muhammad dan pengikutnya. Bahkan umat Islam diboikot dalam perdagangan hingga mengalami kesulitan ekonomi.
Pada tahun 620 M, Nabi pernah bertemu dengan enam orang dari Kabilah Khazraj, Yasrib yang berziarah di Mekkah.
Jadi, tanggapan kafir Quraisy atas hijrah Rasulullah SAW adalah campuran antara ketakutan, perhitungan, dan ketidaksetujuan yang kuat terhadap dakwah Rasul.
Mereka berusaha menghalangi perkembangan Islam, tetapi akhirnya Rasulullah dan para sahabat berhasil hijrah ke Madinah dan memulai fase baru bagi umat Islam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








