Kenapa Puasa Syawal Pahalanya Sama Seperti Puasa Setahun?

AKURAT.CO Kenapa puasa Syawal pahalanya sama seperti puasa setahun? Simak penjelasannya berikut ini.
Bulan Syawal adalah salah satu bulan yang mulia. Orang yang berpuasa enam hari pada bulan Syawal akan mendapatkan pahala yang sangat besar.
Rasulullah SAW bahkan mengatakan bahwa orang yang berpuasa Ramadhan dan dilanjutkan dengan puasa enam hari Syawwal, maka akan memperoleh pahala senilai puasa satu tahun. Berikut hadist tentang keutamaan puasa Syawal seperti dikutip dari NU Online:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, “Barang siapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun.” (HR Muslim).
Lantas mengapa puasa Syawal akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa selama satu tahun?
Baca Juga: 5 Manfaat Puasa Syawal, Sama Seperti Puasa Setahun
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-An'am ayat 6:
مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ
Artinya, “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6]: 160).
Ayat di atas menjelaskan bahwa setiap satu amal kebaikan akan mendapat balasan sepuluh kali lipat. Mengacu pada penjelasan tersebut, jika dikalkulasikan maka satu bulan puasa Ramadhan dikali 10 sama dengan 10 bulan, kemudian 6 hari puasa Syawwal dikali 10 sama dengan 2 bulan. Jadi 10 bulan ditambah 2 bulan sama dengan 12 bulan atau satu tahun.
Kemudian kapan puasa Syawal dimulai?
Utamanya puasa Syawal dilakukan enam hari berturut-turut tepat setelah hari raya Idul Fitri, yakni tanggal 2-7 Syawal. Namun orang yang berpuasa di luar tanggal itu, sekalipun tidak berurutan, tetap mendapat keutamaan puasa Syawal seakan mereka melakukan puasa wajib setahun penuh.
Baca Juga: Dapat Dibaca Ketika Mudik dan Balik Lebaran, Begini Bacaan Shalawat Munjiyat
Dengan demikian, seseorang diperkenankan melakukan puasa Syawal, seperti tiap hari Senin dan Kamis, melewati tanggal 13, 14, 15, dan seterusnya selama masih berada di bulan Syawal. Namun jika seseorang berniat puasa Senin-Kamis atau puasa Ayyamul Bidl (13,14, 15 setiap bulan Hijriah), ia akan tetap mendapatkan keutamaan puasa Syawal karena tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apa pun niat puasanya (Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj). Wallahu A'lam Bishawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini
- 10OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya







