Mengapa Tubuh Manusia Lebih Mudah Sakit di Era Modern? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Kemajuan teknologi dan medis membuat manusia hidup lebih lama, tetapi di sisi lain, penyakit kronis justru semakin meningkat. Obesitas, diabetes, gangguan autoimun, hingga masalah kesehatan mental kini lebih sering dijumpai, bahkan pada usia produktif.
Menurut para ilmuwan, salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara gaya hidup modern dan kebutuhan biologis tubuh manusia.
Secara evolusioner, tubuh dirancang untuk bergerak aktif, terpapar alam, dan mengonsumsi makanan alami. Namun realitas modern justru sebaliknya.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebutkan bahwa kurang aktivitas fisik, pola makan tinggi gula dan lemak olahan, stres kronis, serta gangguan tidur menjadi faktor utama meningkatnya penyakit tidak menular (non-communicable diseases).
Selain itu, paparan polusi udara dan cahaya buatan juga memengaruhi sistem imun dan hormon tubuh. Penelitian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa stres lingkungan berkepanjangan dapat memicu peradangan kronis tingkat rendah, yang menjadi akar berbagai penyakit modern.
Ironisnya, kenyamanan teknologi sering mengurangi sinyal alami tubuh. Kurang bergerak, jarang terkena sinar matahari, dan terlalu lama menatap layar membuat sistem biologis bekerja tidak optimal.
Para ahli menekankan bahwa solusi tidak selalu harus ekstrem. Mengembalikan kebiasaan dasar seperti tidur cukup, bergerak rutin, mengonsumsi makanan minim proses, serta membatasi paparan digital berlebihan dapat membantu tubuh beradaptasi lebih sehat di era modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 7Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







