Ketahui Bahaya Mikroplastik dalam Makanan, Ini Tips Menguranginya

AKURAT.CO Mikroplastik kini terus mendapat sorotan global karena kekhawatiran tentang dampaknya bagi kesehatan. Utamanya soal pertanyaan berapa banyak mikroplastik yan g jika dikonsumsi akan membahayakan.
Penelitian sebelumnya memperkirakan rata-rata orang mengonsumsi antara 39.000 hingga 52.000 partikel mikroplastik setiap tahun hanya dari makanan dan minuman. Angka itu naik menjadi lebih dari 120.000 jika partikel di udara juga dihitung.
"Tidak ada batas resmi yang ditetapkan mengenai tingkat konsumsi mikroplastik yang 'aman' atau 'tidak aman'. Namun, masuk akal jika Anda ingin paparan Anda serendah mungkin," kata Dr. Joseph Mercola, dokter osteopati bersertifikat mengenai batas aman konsumsi mikroplastik seperti dilansir CNET.
Mikroplastik dapat masuk ke makanan kita karena kontaminasi di tempat makanan itu ditanam, dibesarkan, atau diproses.
Mercola menjelaskan bahwa penggunaan mulsa plastik dan pelapis biji plastik di pertanian, serta irigasi dengan air yang terkontaminasi, adalah beberapa cara mikroplastik bisa masuk ke makanan. Kemasan plastik, peralatan makan, dan wadah juga menjadi sumber tambahan.
Bahaya Mikroplastik Bagi Kesehatan
Belum ada kepastian semua makanan mengandung mikroplastik, namun lebih banyak penelitian masih dibutuhkan untuk memahami dampaknya bagi kesehatan.
Mikroplastik dapat terakumulasi di sistem peredaran darah dan organ, termasuk otak, yang bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan.
Efek lain yang mungkin adalah ketidakseimbangan hormon akibat bahan kimia pengganggu endokrin dalam plastik. Mikroplastik juga dapat menyerap racun lingkungan lain dan membawanya ke dalam tubuh.
Tidak ada tingkat aman yang sudah ditetapkan, dan kita tidak bisa sepenuhnya menghindarinya. Namun, mengurangi paparan tetap merupakan ide yang baik.
Tips Mengurangi Konsumsi Mikroplastik
-
Batasi konsumsi kerang: Kerang seperti remis, tiram, dan scallop mengandung mikroplastik paling tinggi.
-
Hindari wadah makanan dari plastik: Simpan makanan berlemak dalam wadah kaca, dan makanan kering boleh dalam plastik jika perlu.
-
Kurangi makanan yang dibungkus plastik: Pilih produk tanpa kemasan plastik jika memungkinkan.
-
Ganti peralatan dapur plastik: Gantilah dengan keramik, kaca, stainless steel, atau kayu.
-
Pasang filter di mesin cuci: Filter khusus dapat menangkap mikroserat sebelum mencemari air.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






