Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kokoh, Jauh dari Krisis

AKURAT.CO Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih kokoh dan jauh dari kondisi krisis, meski berada di tengah gejolak geopolitik global.
Hal tersebut didukung oleh indikator fundamental makroekonomi Indonesia yang masih sangat solid.
"Fundamental ekonomi kita dalam kondisi yang sangat baik, bahkan jauh dibandingkan dengan kondisi krisis 1998. Berbagai indikator makro menunjukkan bahwa perekonomian nasional tetap solid dan berada jauh dari potensi krisis," ujar Anggota DEN, Mochammad Firman Hidayat, dikutip Rabu (10/6/2026).
Baca Juga: Cak Imin Sambut PPh Final UMKM Tetap 0,5 Persen: Perkuat Ekonomi Rakyat dan Ciptakan Lapangan Kerja
Firman merinci sejumlah indikator yang mencerminkan kokohnya fundamental ekonomi domestik. Di mana Indonesia masih membukukan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, yakni mencapai 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I-2026.
Selain itu, Firman juga menyoroti inflasi Indonesia yang relatif stabil, yakni sebesar 3,08 persen secara tahunan pada Mei 2026.
Namun selain indikator makroekonomi dasar, dia juga menggarisbawahi kondisi neraca korporasi Indonesia yang masih sehat sebagai cerminan bahwa Indonesia tidak sedang memasuki fase krisis.
Itu tercermin dari utang perusahaan dalam denominasi dolar AS yang jauh lebih rendah dibandingkan saat krisis 1998.
Data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) yang dirilis Bank Indonesia (BI) juga mengonfirmasi penurunan utang luar negeri korporasi. Pada triwulan I-2026, posisi utang luar negeri swasta tercatat sebesar USD 191,4 miliar atau turun 1,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Temui Presiden Sebagai Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan di Indonesia sudah cukup baik dalam memitigasi risiko eksternal, terutama yang berasal dari fluktuasi nilai tukar.
"Jadi di tengah ketidakpastian yang terjadi, mereka (perusahaan) mestinya cukup bisa mitigasi," lanjutnya.
Kendati demikian, Firman menegaskan bahwa Indonesia tetap perlu mewaspadai ketidakpastian global mengingat gejolak geopolitik berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan DEN.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 6Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 7Korlantas Polri Jemput Bola Pelayanan Pengurusan SIM hingga Desa, Sekolah, Kampus, dan Pesantren
- 8Inggris, Jerman, dan Swedia Peringatkan Warga Bersiap Hadapi Perang, Ada Apa?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai



