Akurat Logo

Kenya: Bangunan 18 Lantai Dalam Tahap Konstruksi Runtuh Seperti Kue Lapis, Tujuh Orang Hilang

Fitra Iskandar | 26 Oktober 2026, 08:47 WIB
Kenya: Bangunan 18 Lantai Dalam Tahap Konstruksi Runtuh Seperti Kue Lapis, Tujuh Orang Hilang
Bangunan 16 lantai runtuh di Kenya, tujuh orang hilang - BBC

AKURAT.CO Sebuah gedung yang masih dalam tahap konstruksi runtuh hingga menjadi seperti "kue lapis". Insiden di kawasan Eastleigh, Nairobi, ibu kota Kenya, pada Jumat sore itu membuat tujuh orang dinyatakan hilang.

Tim pencarian dan penyelamatan dikerahkan untuk menemukan tujuh orang yang dikhawatirkan terjebak di bawah reruntuhan bangunan tersebut.

Rekaman video memperlihatkan lantai dasar gedung yang diperkirakan memiliki 16 hingga 18 lantai ambruk sebelum diikuti runtuhnya seluruh bangunan. Peristiwa itu memicu kepulan debu yang menyebar ke jalan-jalan di sekitarnya.

Tujuh orang yang dikhawatirkan tertimbun diduga berada di toko-toko yang telah beroperasi di lantai bawah gedung. Sementara itu, puluhan pekerja konstruksi yang berada di lantai atas berhasil menyelamatkan diri ketika bangunan tersebut runtuh.

Pejabat Kementerian Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, mengatakan sebanyak 66 dari 67 pekerja konstruksi yang berada di dalam gedung saat kejadian berhasil keluar tanpa cedera. Satu pekerja lainnya mengalami luka-luka yang tidak mengancam jiwa.

Bangunan tersebut masih dalam tahap pembangunan ketika runtuh. Rekaman dari lokasi memperlihatkan perancah masih terpasang di bagian luar gedung, sementara lantai-lantai beton terlihat bertumpuk akibat keruntuhan.

Pihak berwenang menyebut terdapat 11 toko yang telah dibuka di lantai-lantai bawah bangunan tersebut. Keberadaan toko-toko itu menjadi salah satu alasan munculnya kekhawatiran bahwa masih ada orang yang terjebak di antara reruntuhan.

Tim penyelamat terlihat memotong bagian-bagian logam untuk membuka akses menuju area yang diduga menjadi lokasi korban. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari risiko tambahan bagi orang yang mungkin masih bertahan hidup di bawah puing-puing.

Proses Penyelamatan Terkendala Risiko Reruntuhan

Menurut laporan surat kabar Daily Nation, upaya penyelamatan menghadapi kendala karena penggunaan alat berat, seperti ekskavator, dikhawatirkan dapat mengganggu pasokan udara bagi korban yang terjebak.

Atas pertimbangan tersebut, tim tanggap darurat memutuskan menghentikan penggunaan alat berat dalam proses pencarian. Petugas kemudian mengandalkan metode yang lebih hati-hati untuk menjangkau bagian dalam reruntuhan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.