PBB : Junta Militer Gunakan Kekerasan dan Intimidasi Warga di Pemilu Myanmar

AKURAT.CO Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan keprihatinan mendalam terhadap pemilu Myanmar yang akan digelar di bawah kendali junta militer. Menurut PBB, aparat militer menggunakan kekerasan dan ancaman untuk memaksa warga ikut memberikan suara, sementara kelompok oposisi bersenjata juga menerapkan tekanan serupa untuk menghalangi partisipasi masyarakat.
Kepala HAM PBB Volker Türk menegaskan bahwa kondisi menjelang pemilu Myanmar jauh dari prinsip demokrasi. Dalam pernyataan resminya, ia mendesak otoritas militer menghentikan penggunaan kekerasan brutal serta penangkapan terhadap warga yang menyampaikan pandangan berbeda. Junta disebut mempromosikan pemungutan suara sebagai langkah menuju demokrasi, meski pemilu tersebut berlangsung lima tahun setelah kudeta yang memicu konflik bersenjata berkepanjangan.
PBB juga mencatat bahwa pelaksanaan pemilu Myanmar berlangsung di tengah penindasan sistematis terhadap kebebasan sipil. Puluhan orang dilaporkan ditahan dengan dalih “perlindungan pemilu” hanya karena mengekspresikan pendapat. Bahkan, beberapa warga dijatuhi hukuman penjara puluhan tahun akibat memasang poster penolakan pemilu. Selain itu, pengungsi internal disebut diancam akan diserang atau kehilangan tempat tinggal jika menolak kembali ke daerah asal untuk memilih.
Di sisi lain, kelompok bersenjata anti-junta juga dituding melakukan intimidasi. PBB melaporkan kasus penculikan guru perempuan serta serangan bom terhadap kantor administrasi pemilu yang menyebabkan sejumlah petugas terluka. Situasi ini, menurut Türk, menunjukkan bahwa proses pemilu berlangsung dalam iklim kekerasan dan represi.
“Tidak ada ruang aman bagi kebebasan berekspresi, berkumpul, atau berpartisipasi secara damai,” kata Türk. Ia menegaskan bahwa tanpa jaminan hak asasi manusia, pemilu tersebut tidak dapat dianggap bebas maupun bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat
- 10Panggil Bahlil ke Istana, Prabowo Terima Laporan Penguatan Tata Kelola Migas dan Peningkatan Layanan Energi








