Akurat Logo

Terungkap, Kebakaran yang Tewaskan 4 Tentara di Markas Militer Kanada Bermula dari Area Peluncur Granat

Fitra Iskandar | 23 Oktober 2026, 12:44 WIB
Terungkap, Kebakaran yang Tewaskan 4 Tentara di Markas Militer Kanada Bermula dari Area Peluncur Granat
Kebakaran di pangkalan militer Kanada tewaskan 4 prajurit. - Thairath

AKURAT.CO Kebakaran di sebuah pangkalan militer di provinsi Alberta, Kanada, pekan lalu, bermula di area latihan peluncur granat.  Saat itu area digunakan untuk kegiatan pelatihan berlangsung.  Empat tentara tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat insiden tersebut.

“Kebakaran tersebut terjadi pada 17 Oktober di area latihan peluncur granat otomatis di Pangkalan Angkatan Bersenjata Kanada (Canadian Forces Base) Wainwright,  selama kegiatan pelatihan militer rutin," ujar Brigadir Jenderal Vanessa Hanrahan, Provost Marshal Angkatan Bersenjata Kanada, dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.

Menurut Hanrahan, api awalnya tetap berada di dalam "Area Bahaya Permanen 2" (Permanent Danger Area 2) di lokasi latihan tersebut, yang membatasi kemampuan petugas pemadam kebakaran untuk menanganinya secara langsung; akibatnya, tim di lapangan terpaksa hanya memantau situasi sepanjang hari.

Namun, api kemudian menyebar karena "perubahan arah dan kecepatan angin" yang "secara signifikan meningkatkan intensitas serta kecepatan rambat api, yang berujung pada peristiwa tragis ini," tambah Hanrahan.

Ia mengungkapkan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan infrastruktur gas alam dalam kebakaran tersebut.

Kebakaran ini menewaskan empat tentara dan melukai 39 lainnya. Angkatan Bersenjata Kanada menyatakan pada hari Kamis bahwa 27 tentara masih dirawat di rumah sakit, sementara 12 orang lainnya telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang.

Awal pekan ini, Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa kebakaran tersebut "dipicu oleh angin yang sangat kencang" dan "merambat hampir satu kilometer dalam waktu kurang dari satu menit hingga mencapai lokasi tempat para tentara berkumpul."

Carney menyebutkan bahwa 50 penyelidik telah dikerahkan untuk mengusut kebakaran tersebut. Layanan Investigasi Nasional Angkatan Bersenjata Kanada (Canadian Forces National Investigation Service) memimpin penyelidikan ini, dengan dukungan dari Kepolisian Berkuda Kerajaan Kanada (Royal Canadian Mounted Police).

"Kami akan menemukan jawaban atas penyebab tragedi mengerikan ini, secepat dan setransparan mungkin," ujar Carney kepada para wartawan pada hari Senin.

Kebakaran tersebut mengakibatkan korban dari tentara dari Batalion ke-3, Resimen Infanteri Ringan Kanada Princess Patricia (Princess Patricia's Canadian Light Infantry), serta personel cadangan Angkatan Darat yang sedang melaksanakan latihan dengan amunisi tajam. Mayor Jenderal Wade Rutland mengatakan pada hari Minggu bahwa pihak militer telah mengetahui adanya kebakaran selama beberapa jam, namun mereka meyakini api sudah terkendali sehingga kegiatan latihan tetap dilanjutkan, sebelum akhirnya arah angin tiba-tiba berubah.

Sekitar 84 tentara dari Kompi Charlie sedang berlatih di dua lokasi: satu lokasi untuk latihan melempar granat, dan lokasi lainnya untuk latihan serangan terhadap posisi musuh tiruan. Kebakaran kemudian merembet ke lokasi kedua tersebut.

Carney menuturkan bahwa para tentara itu sedang bersiap untuk sebuah misi pada musim semi mendatang guna memperkuat pasukan Kanada yang bertugas bersama NATO di Latvia.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.