Akurat Logo

IWIP Buka Program Magang Industri Nikel bagi Mahasiswa, 470 Peserta Telah Bergabung

Okto Rizki Alpino | 23 Oktober 2026, 12:50 WIB
IWIP Buka Program Magang Industri Nikel bagi Mahasiswa, 470 Peserta Telah Bergabung
Program magang IWIP telah diikuti sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia.

AKURAT.CO PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia, khususnya dari Maluku Utara, untuk mengenal industri nikel secara langsung melalui program magang.

Program ini menjadi upaya perusahaan menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri, seiring perkembangan hilirisasi nikel yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kompetensi sesuai.

Sejak diluncurkan pada 2022, program magang IWIP telah diikuti sekitar 470 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi di Indonesia.

Saat ini, sebanyak 90 mahasiswa tengah menjalani program tersebut di berbagai unit kerja.

Melalui program ini, mahasiswa berkesempatan menerapkan ilmu akademik dalam lingkungan kerja nyata, sekaligus mempelajari proses operasional, teknologi, standar kerja, serta prosedur keselamatan di industri.

Bagi mahasiswa Maluku Utara, program ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai industri yang berkembang di daerah mereka.

Salah satunya dirasakan Iwan Pratama Bumi Laksana, mahasiswa semester tujuh Program Studi Teknik Sipil Universitas Khairun (Unkhair), Ternate, yang menjalani magang di Departemen Mining, Divisi Infrastruktur.

Iwan mengatakan, keikutsertaannya dalam program tersebut didorong keinginan untuk memahami penerapan ilmu yang selama ini dipelajarinya di bangku kuliah.

“Selama kuliah, saya lebih banyak mendapatkan teori, perhitungan, dan tugas. Saya ingin melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari diterapkan ketika berhadapan dengan kondisi pekerjaan yang sebenarnya,” ujar Iwan, Jumat (23/10/2026).

Saat ini, terdapat 12 mahasiswa Unkhair yang mengikuti program magang IWIP. Mereka berasal dari program studi Teknik Pertambangan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil, serta ditempatkan di sejumlah unit kerja, termasuk Bisnis Unit Pembangkit Listrik, Smelter Ferronickel, dan Human Resources Development.

Selain memperdalam keterampilan teknis, mahasiswa juga berkesempatan mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi.

Mereka turut mempelajari penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lingkungan industri.

General Manager Human Resources IWIP, Rosalina Sangaji, mengatakan pengembangan kompetensi tenaga kerja perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan industri.

Menurutnya, pengalaman kerja sejak masa pendidikan dapat membantu generasi muda memahami kebutuhan dunia kerja dan mempersiapkan diri untuk berkarier.

“Pengembangan SDM tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan kesempatan dan ruang bagi generasi muda untuk terus belajar, mencoba, dan mengembangkan kemampuannya. Kami berharap pengalaman magang ini dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk mengembangkan kariernya. Ketika kompetensi/kemampuan yang mereka miliki sesuai dengan kebutuhan perusahaan, terbuka pula peluang bagi mereka untuk berkontribusi lebih jauh, termasuk sebagai bagian dari IWIP,” ujar Rosalina.

Baca Juga: Terungkap, Kebakaran yang Tewaskan 4 Tentara di Markas Militer Kanada Bermula dari Area Peluncur Granat

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.