Militer Lebanon Bantah Tuduhan Israel soal Pelucutan Senjata Hizbullah di Lebanon Selatan

AKURAT.CO Militer Lebanon membantah tuduhan Israel yang menyebut pasukan Lebanon gagal melucuti senjata Hizbullah dan membongkar infrastruktur militernya di selatan Sungai Litani. Militer Lebanon menilai tuduhan tersebut sebagai informasi menyesatkan yang berpotensi merusak kredibilitasnya di tengah perundingan untuk meredakan konflik kedua negara.
Dalam pernyataan resmi pada Selasa, militer Lebanon menegaskan bahwa seluruh operasi untuk memenuhi kesepakatan gencatan senjata November 2024 telah didokumentasikan oleh komite pemantau penghentian permusuhan. Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas kritik Israel terhadap kemampuan pasukan Lebanon menjalankan tugasnya di wilayah selatan negara tersebut.
Perselisihan terbaru berpusat pada sebuah fasilitas militer di Kfarra, Distrik Bint Jbeil, Lebanon selatan. Israel menuduh militer Lebanon gagal mencegah aktivitas Hizbullah di lokasi tersebut, termasuk dugaan pemindahan senjata dan peralatan militer menggunakan truk.
Militer Lebanon menjelaskan bahwa pengerjaan fasilitas di Kfarra dimulai pada Desember 2025. Namun, operasi dihentikan sementara pada 16 Maret setelah Israel mengancam akan menyerang lokasi tersebut.
Menurut militer Lebanon, penghentian operasi itu dilakukan atas permintaan komite pemantau yang telah diberi tahu bahwa senjata dan amunisi masih berada di dalam fasilitas. Israel kemudian melancarkan serangan terhadap lokasi tersebut.
Militer Lebanon juga menyebut Israel berulang kali menghalangi upaya untuk melanjutkan pekerjaan di fasilitas itu. Operasi baru kembali berjalan pada 15 Agustus melalui koordinasi dengan komite pemantau.
Fasilitas tersebut akhirnya dinyatakan telah dibersihkan dan ditutup secara permanen pada 16 Oktober, menurut keterangan militer Lebanon.
Militer Lebanon turut membantah klaim Israel mengenai rekaman video yang disebut memperlihatkan Hizbullah mengangkut senjata. Menurut pihak Lebanon, rekaman itu diambil pada 3 Juli di dekat Kota Seddikine, Lebanon selatan, tidak lama setelah kesepakatan kerangka kerja ditandatangani.
Militer Lebanon menegaskan bahwa langkah-langkah yang telah dilakukan tercatat dalam dokumentasi komite pemantau. Pihaknya juga menyatakan tetap berkomitmen menjalankan kesepakatan yang berlaku, sembari menuding Israel terus melakukan serangan dan pelanggaran.
Sebelumnya, juru bicara militer Israel, Ella Waweya, menuduh militer Lebanon gagal membatasi aktivitas Hizbullah di selatan Sungai Litani. Dia mengklaim kelompok tersebut masih beroperasi di fasilitas Kfarra dan memindahkan senjata serta peralatan dari lokasi itu. Waweya turut membagikan rekaman yang menurut Israel memperlihatkan pemindahan senjata menggunakan truk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa






