Akurat Logo

Iran Tolak Respons Terbaru AS, Ancam Serang Pusat Data dan Kabel di Timur Tengah

Fitra Iskandar | 12 Oktober 2026, 08:04 WIB
Iran Tolak Respons Terbaru AS, Ancam Serang Pusat Data dan Kabel di Timur Tengah
Ilustrasi - Bendera Iran. (ANTARA/Chatgpt)

 AKURAT.CO Iran menilai respons terbaru Amerika Serikat terhadap proposal untuk mengakhiri perang masih belum memadai. Pejabat senior Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Teheran dapat menargetkan pusat data, kabel komunikasi, fasilitas kecerdasan buatan (AI), dan sejumlah lokasi strategis di kawasan jika perang kembali meningkat.

Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.

Rezaei, yang pernah menjabat sebagai komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), mengatakan Washington telah menerima sebagian dari tujuh persyaratan yang diajukan Iran, tetapi sejumlah poin lainnya masih belum jelas.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Teheran meminta AS memperjelas sejumlah persoalan yang belum disepakati. Sementara itu, Angkatan Laut IRGC memperingatkan bahwa kapal yang mematikan sistem navigasi dan identifikasinya saat melintasi Selat Hormuz akan dianggap sebagai ancaman.

Ketegangan Iran-AS tersebut berlangsung bersamaan dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah. Di Israel, mantan jaksa agung Avichai Mandelblit memberikan kesaksian dalam persidangan kasus korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjelang pemilu 27 Oktober. Sementara itu, Arab Saudi menghadapi serangan lanjutan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh yang diklaim kelompok Houthi Yaman, warga Gaza kembali menemukan rumah mereka hancur akibat serangan Israel, dan militer Lebanon melaporkan seorang purnawirawan perwiranya tewas akibat tembakan artileri Israel.

Iran Nilai Respons AS Belum Cukup untuk Akhiri Perang

Mohsen Rezaei menyatakan respons terbaru Amerika Serikat terhadap proposal perdamaian Iran belum memenuhi harapan Teheran. Ia juga menyebut Iran tidak lagi memberikan tanggapan terhadap AS sebelum sejumlah persoalan yang belum jelas mendapatkan penjelasan.

Iran sebelumnya mengajukan proposal percepatan kesepakatan untuk mengakhiri perang, yang memiliki kemiripan dengan nota kesepahaman yang ditandatangani kedua negara pada Juni sebelum akhirnya runtuh beberapa hari kemudian. Meski proposal terbaru ditolak, komunikasi antara Washington dan Teheran masih berlangsung melalui perantara diplomatik.

Ancaman Iran untuk menargetkan kabel komunikasi, pusat data, fasilitas AI, dan lokasi lain di kawasan menambah kekhawatiran terhadap potensi meluasnya konflik. Infrastruktur digital kini menjadi salah satu titik rawan apabila pertempuran kembali meningkat.

Angkatan Laut Iran Beri Peringatan kepada Kapal di Selat Hormuz

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa kapal yang mematikan sistem navigasi dan identifikasi ketika melintasi Selat Hormuz akan dianggap sebagai pihak yang bermusuhan.

Peringatan tersebut disampaikan ketika laporan serangan terhadap kapal yang melintasi jalur pelayaran strategis itu meningkat setelah proposal Iran ditolak. Salah satu serangan dilaporkan terjadi pada Minggu.

Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dunia. Ketidakpastian mengenai pembukaan penuh jalur tersebut berpotensi memperpanjang gangguan pelayaran dan meningkatkan risiko bagi kapal-kapal yang beroperasi di kawasan Teluk.

Sumber: Korea Herald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.