Apa Itu AfD? Memahami Partai Sayap Kanan Jerman yang Kini Makin Kuat

AKURAT.CO Alternative für Deutschland (AfD) dalam waktu lebih dari satu dekade berubah dari partai kecil yang awalnya dikenal karena sikap skeptis terhadap Uni Eropa menjadi kekuatan oposisi terbesar di Jerman.
Perubahan itu berlangsung cukup cepat. Dalam pemilu federal Februari 2025, AfD meraih 20,8 persen suara dan mendapatkan 152 kursi di Bundestag, parlemen Jerman. Hasil tersebut menjadikan AfD sebagai partai oposisi terbesar di negara itu.
Kekuatan AfD kembali terlihat dalam pemilu negara bagian Saxony-Anhalt pada 6 September 2026. Partai tersebut meraih 43,8 persen suara dan memperoleh 39 dari 83 kursi parlemen negara bagian. AfD memang belum mencapai mayoritas sehingga tidak dapat memerintah sendirian, tetapi hasil itu menjadi perolehan terbaik mereka dalam pemilu tingkat negara bagian di Jerman.
Lantas, sebenarnya apa itu AfD dan mengapa partai ini begitu kontroversial?
AfD awalnya bukan partai anti-imigrasi. AfD didirikan pada 2013, ketika Eropa sedang menghadapi krisis keuangan dan utang di kawasan Euro.
Pada masa awal, perhatian utama partai ini bukan imigrasi, melainkan penolakan terhadap euro dan kritik terhadap proses integrasi Eropa. AfD mempertanyakan kebijakan Uni Eropa yang dianggap terlalu jauh mencampuri urusan negara anggotanya.
Namun, arah politik AfD kemudian berubah.
Partai ini semakin mengedepankan nasionalisme Jerman, penolakan terhadap imigrasi dalam jumlah besar, kritik terhadap multikulturalisme dan sikap skeptis terhadap globalisasi.
AfD pertama kali masuk parlemen negara bagian pada 2014 dan kemudian berhasil masuk Bundestag pada 2017.
Sejak saat itu, pengaruhnya terus berkembang hingga menjadi partai sayap kanan paling sukses di Jerman sejak berakhirnya Perang Dunia II.
Mengapa banyak orang memilih AfD?
Untuk memahami popularitas AfD, penting untuk melihat persoalan dari sudut pandang pemilihnya.
Tidak semua orang yang memilih AfD otomatis memiliki pandangan ekstrem kanan atau antisemit.
Sebagian pemilihnya merupakan masyarakat yang kecewa terhadap partai-partai utama Jerman. Isu yang mereka soroti antara lain imigrasi, kondisi ekonomi, kebijakan energi, serta sikap pemerintah Jerman terhadap Rusia dan Ukraina.
AfD kemudian menawarkan jawaban yang relatif sederhana terhadap persoalan tersebut: memperketat perbatasan, mengurangi imigrasi, memperkuat identitas nasional dan mengembalikan lebih banyak kewenangan kepada negara Jerman.
Di sinilah politik populisme bekerja.
Partai seperti AfD berusaha meyakinkan pemilih bahwa ada jarak antara "rakyat biasa" dan elite politik yang dianggap tidak lagi memahami keresahan masyarakat.
Mengapa AfD disebut partai sayap kanan?
Istilah sayap kanan dalam konteks politik tidak otomatis berarti ekstremisme.
Secara umum, kelompok kanan cenderung lebih menekankan nilai tradisional, identitas nasional, keamanan, ketertiban dan peran negara dalam menjaga batas-batas sosial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 2Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 3Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 6Pemecatan Michael Carrick Mulai Disuarakan, Ada 'Monster' Sulit Dijinakkan di Tubuh MU?
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Megawati Hangestri Dapat Julukan Baru dari Media Korea, Apa Artinya?
- 9Desak Nusron Wahid Dijemput Paksa, MAKI Adukan Pimpinan KPK ke Dewas
- 10KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil








