Doctors Without Borders Kecam Israel Tutup Kasus Kematian Staf di Gaza, Sebut Tak Ada Keadilan

AKURAT.CO Organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF) menyatakan keputusan militer Israel untuk menghentikan penanganan sejumlah kasus kematian stafnya di Jalur Gaza merupakan bentuk kegagalan sistem hukum dalam memberikan keadilan.
Menurut MSF, keputusan itu diambil hampir dua tahun setelah organisasi tersebut pertama kali meminta penyelidikan resmi atas serangan-serangan yang menewaskan personel mereka. MSF juga telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel karena Jaksa Agung Militer dinilai tidak memberikan tanggapan terhadap permintaan tersebut.
“Ini bukan keadilan,” tegas MSF dalam pernyataannya.
MSF menilai sistem militer yang menyelidiki tindakannya sendiri tidak mampu menangani dugaan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
MSF: Lokasi staf sudah diberitahukan kepada Israel
MSF menyebut identitas, lokasi, serta pergerakan personelnya telah dibagikan kepada pihak militer Israel sebagai bagian dari mekanisme koordinasi kemanusiaan. Kendaraan organisasi itu juga disebut memiliki penanda yang jelas sebagai kendaraan medis.
“Sejak awal kami meyakini seluruh bukti mengarah pada tanggung jawab yang jelas dari tentara Israel atas serangan-serangan mematikan tersebut,” tulis MSF.
Dua serangan yang menjadi sorotan
MSF mengungkap dua insiden utama yang menjadi dasar tuntutannya.
Serangan pertama terjadi pada November 2023, ketika sebuah konvoi MSF diserang hingga menewaskan dua kerabat staf organisasi. Salah satu korban, Alaa Al Shawa, diketahui merupakan relawan yang membantu tim medis MSF di Rumah Sakit Al-Shifa.
Insiden kedua terjadi pada Februari 2024 di sebuah tempat perlindungan MSF di Khan Younis. Serangan itu menewaskan istri dan menantu perempuan seorang staf MSF, sementara enam orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk lima perempuan dan anak-anak.
Sebut tak ada akuntabilitas dalam sistem hukum Israel
Sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023, MSF menyatakan 15 stafnya telah tewas akibat serangan Israel. Organisasi itu menambahkan sekitar 1.700 tenaga kesehatan juga dilaporkan meninggal dalam periode yang sama di Jalur Gaza.
Menurut MSF, penutupan kasus tersebut menunjukkan bahwa tidak ada prospek akuntabilitas melalui sistem hukum Israel bagi korban dari kalangan tenaga medis maupun pekerja kemanusiaan.
MSF menegaskan bahwa tinjauan internal militer tidak dapat menggantikan penyelidikan yang independen, imparsial, dan kredibel. Organisasi itu mendesak agar seluruh kasus yang melibatkan personelnya diperiksa oleh badan investigasi independen.
“Tidak ada tujuan militer yang dapat membenarkan pengorbanan massal terhadap warga sipil,” tegas MSF.
Korban tewas di Gaza terus bertambah
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 10 warga Palestina tewas dan 25 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir.
Data otoritas kesehatan setempat menyebut total korban tewas sejak Oktober 2023 telah mencapai 73.417 orang, dengan 174.360 korban luka.
Kementerian juga menyatakan dugaan pelanggaran terhadap gencatan senjata telah menyebabkan 1.283 orang tewas dan 4.248 lainnya terluka sejak kesepakatan tersebut mulai berlaku.
Sumber: Anadolu
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 4Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 6Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 7Prediksi Skor Como vs Man Utd 21 Oktober 2026: Setan Merah Terancam
- 8Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







