AS Alihkan 55 Kapal Komersial dalam Blokade Iran, 2 Kapal Dilumpuhkan

AKURAT.CO Militer Amerika Serikat (AS) mengklaim telah mengalihkan 55 kapal komersial sebagai bagian dari operasi untuk menegakkan blokade yang dipimpin Washington terhadap Iran.
Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) juga menyebut dua kapal lainnya telah dilumpuhkan, sementara dua kapal komersial lain dinaiki dan diperiksa oleh pasukan AS dalam operasi maritim tersebut.
Namun, CENTCOM tidak mengungkap identitas kapal-kapal yang menjadi sasaran maupun menjelaskan secara rinci kondisi dan alasan di balik tindakan terhadap masing-masing kapal.
Operasi tersebut merupakan bagian dari pengerahan kekuatan maritim AS di kawasan Timur Tengah untuk menegakkan pembatasan terhadap aktivitas perdagangan yang berkaitan dengan Iran.
USS Ross Terlibat dalam Operasi
CENTCOM mengatakan personel Angkatan Laut AS saat ini beroperasi dari USS Ross, kapal perusak berpeluru kendali dengan nomor lambung DDG-71.
USS Ross menjadi bagian dari kekuatan maritim AS yang mendukung operasi militer Washington di Timur Tengah. Secara keseluruhan, lebih dari 20 kapal perang AS disebut telah dikerahkan ke kawasan tersebut untuk berbagai misi, termasuk mendukung pelaksanaan blokade terhadap Iran.
Pengumuman tersebut menunjukkan bahwa operasi AS tidak hanya berlangsung di udara dan darat, tetapi juga semakin menyasar jalur pelayaran komersial yang dianggap memiliki keterkaitan dengan Iran.
Ketegangan AS-Iran Belum Sepenuhnya Berakhir
Operasi maritim terbaru berlangsung ketika hubungan Washington dan Teheran kembali berada dalam situasi tidak menentu.
Konflik terbaru antara kedua negara bermula pada Februari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer bersama terhadap Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan serangkaian serangan drone dan rudal terhadap sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi fasilitas militer AS.
Kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April.
Upaya diplomatik berlanjut pada Juni melalui memorandum kesepahaman yang dimediasi Pakistan. Kesepakatan tersebut dimaksudkan untuk mengakhiri permusuhan dan membangun kerangka perdamaian jangka panjang antara Washington dan Teheran.
Namun, kesepakatan itu kemudian mengalami keruntuhan pada bulan lalu.
Hampir Dua Pekan Perang Kembali Berkobar
Runtuhnya kesepakatan tersebut memicu hampir dua pekan serangan baru antara AS dan Iran.
Presiden AS Donald Trump akhirnya memerintahkan penghentian bombardir setelah muncul laporan mengenai kontak diplomatik yang bertujuan meredakan kembali konflik.
Meski serangan udara skala besar telah dihentikan, operasi maritim AS menunjukkan bahwa tekanan terhadap Iran belum sepenuhnya berakhir.
Pengalihan 55 kapal komersial, pelumpuhan dua kapal, serta pemeriksaan terhadap dua kapal lainnya menjadi indikasi bahwa blokade terhadap Iran masih dijalankan secara aktif oleh pasukan AS.
CENTCOM belum memberikan informasi mengenai kewarganegaraan, muatan, tujuan perjalanan, maupun perusahaan pemilik kapal-kapal yang terkena tindakan tersebut.
Aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan ketegangan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur utama perdagangan energi dan komoditas dunia.
Sumber: Yenisafak
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








