Iran Tegaskan Tetap Patuhi Gencatan Senjata, Bantah Klaim Trump yang Sebut Kesepakatan Berakhir

AKURAT.CO Pemerintah Iran menegaskan tetap mematuhi komitmen dalam perjanjian gencatan senjata dengan Amerika Serikat, meski Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan tersebut telah berakhir dan kembali melontarkan ancaman keras kepada Teheran.
Pernyataan Iran disampaikan pada Jumat (10/7/2026) di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara setelah bentrokan terbaru di kawasan Teluk memicu kekhawatiran akan kembalinya konflik berskala besar di Timur Tengah.
Iran Klaim Tetap Pegang Komitmen Perdamaian
Teheran menegaskan telah menjalankan seluruh kewajiban yang tercantum dalam kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya disepakati bersama Washington.
Pemerintah Iran menyatakan tetap berkomitmen menjaga proses perdamaian meskipun situasi keamanan kembali memanas akibat aksi saling serang dalam beberapa hari terakhir.
Pernyataan tersebut muncul setelah hubungan kedua negara kembali memburuk menyusul insiden di Selat Hormuz yang mengguncang kesepakatan damai yang selama beberapa bulan terakhir berupaya mengakhiri konflik berkepanjangan.
Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Di sisi lain, Presiden Donald Trump menegaskan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir, meski Amerika Serikat tetap bersedia melanjutkan proses perundingan.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump mengatakan Washington menerima permintaan Iran untuk kembali melakukan pembicaraan, namun menegaskan bahwa status gencatan senjata tidak lagi berlaku.
"Republik Islam Iran meminta kami melanjutkan pembicaraan. Kami menyetujuinya, tetapi Amerika Serikat telah menyampaikan dengan sangat jelas bahwa gencatan senjata telah berakhir," tulis Trump.
Trump Kembali Ancam Iran
Ketegangan semakin meningkat setelah Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.
Dalam unggahan terpisah di Truth Social, ia mengancam akan menghancurkan Iran apabila Teheran melakukan atau mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu retorika paling keras dari Trump sejak konflik terbaru kembali memanas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor PSG vs Barcelona, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 4Polemik Ijazah Gibran Memanas, Hasan Nasbi Ungkap Sikap Pemerintah
- 5Kalender Jawa 19 Oktober 2026: Watak Weton Senin Wage Dikenal Jujur dan Tenang
- 6Jalur Alternatif Demo Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026, Cek Rute Pengalihan Arus!
- 7Djarot Pilih Hak Menyatakan Pendapat soal Ijazah Gibran, Kenapa Bukan Hak Angket?
- 8Demo Hari Ini 20 Oktober 2026: Apa Saja 5 Tuntutan yang Dibawa Mahasiswa?
- 9Greenpeace Bentangkan Spanduk di Bundaran HI, Pemerintah Hormati Kebebasan Berpendapat
- 10Polemik Ijazah Gibran, Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa







