Senat AS Setujui Resolusi Kritik Perang Iran, Pukulan Politik Baru bagi Donald Trump

AKURAT.CO Senat Amerika Serikat mengesahkan sebuah resolusi yang mengkritik kebijakan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran. Dinamika terbaru ini menandai meningkatnya perpecahan di tubuh Partai Republik sekaligus menjadi pukulan politik baru bagi mantan presiden tersebut.
Resolusi itu tidak memerlukan tanda tangan Trump untuk berlaku, sehingga status hukumnya masih menjadi perdebatan. Namun, kalangan Demokrat menegaskan bahwa keputusan Senat tetap memiliki kekuatan politik yang signifikan dan mencerminkan sikap resmi lembaga legislatif terhadap konflik tersebut.
Yang menarik, empat senator Partai Republik bergabung dengan Demokrat untuk mendukung resolusi tersebut. Langkah itu memperlihatkan berkurangnya pengaruh Trump di partainya sendiri, terutama setelah perang dengan Iran menuai kritik luas dari publik Amerika.
Resolusi tersebut merupakan kelanjutan dari rancangan yang sebelumnya telah disetujui oleh DPR AS yang dikuasai Partai Republik beberapa pekan lalu.
Senator Demokrat Adam Schiff menjadi salah satu tokoh yang paling vokal mengkritik kebijakan pemerintahan Trump. Ia menuduh Gedung Putih melancarkan perang tanpa mendapatkan dukungan yang memadai dari Kongres maupun rakyat Amerika.
“Pemerintahan Trump telah menjalankan perang yang tidak sah tanpa menjelaskan alasan yang memadai kepada Kongres maupun masyarakat Amerika,” kata Schiff dalam sebuah pernyataan.
Menurut Schiff, konflik tersebut justru membawa dampak negatif yang luas, mulai dari ketidakstabilan kawasan Timur Tengah hingga meningkatnya beban ekonomi masyarakat Amerika.
“Dalam beberapa bulan terakhir, kita menyaksikan kawasan yang semakin kacau, alasan perang yang terus berubah, lonjakan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok, serta gugurnya 13 anggota militer Amerika dengan ribuan lainnya ditempatkan dalam situasi berbahaya,” ujarnya.
Ia juga menilai kesepakatan sementara yang dicapai Washington dan Teheran justru memberikan keuntungan besar bagi Iran dan memperburuk posisi keamanan nasional Amerika Serikat dibandingkan sebelum perang dimulai.
Meski demikian, pengaruh langsung dari resolusi tersebut diperkirakan terbatas karena disahkan saat konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran sedang mereda.
Pekan lalu, Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan damai sementara yang menghentikan permusuhan terbuka di antara kedua negara. Namun, sejumlah persoalan utama masih belum terselesaikan dan ketegangan diplomatik tetap tinggi di tengah upaya mencapai perjanjian permanen.
Sementara itu, dukungan publik terhadap perang terus melemah. Hasil jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa menunjukkan hanya sekitar seperempat warga Amerika yang menilai perang melawan Iran sepadan dengan biaya dan risikonya.
Mayoritas responden juga mengaku pesimistis bahwa gencatan senjata dengan Iran akan bertahan lama, mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali memanas sewaktu-waktu.
Hingga berita ini ditulis, Donald Trump belum memberikan tanggapan resmi terkait pengesahan resolusi Senat tersebut.
Sumber: National
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







