Komandan IRGC Iran: Rudal dan Drone Telah Diperbaharui Selama Gencatan Senjata!

AKURATT.CO Seorang komandan senior militer Iran menyatakan bahwa kemampuan negara itu untuk memperbarui dan mengisi ulang peluncur rudal serta drone selama masa gencatan senjata dua minggu justru melampaui tingkat sebelum perang.
Komandan Satuan Udara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), Jenderal Seyed Majid Mousavi, membagikan video di platform media sosial yang menampilkan proses penggantian dan pengisian ulang peluncur rudal dan drone.
Dalam pesannya, Mousavi menegaskan bahwa kecepatan Iran dalam memperbarui dan mengisi ulang peluncur rudal dan drone telah melampaui kecepatan sebelum perang.
Ia juga menyatakan bahwa pihak lawan tidak mampu menciptakan kondisi serupa selama periode gencatan senjata.
Menurutnya, sejak dimulainya gencatan senjata pada 11 April, Amerika Serikat justru terpaksa mengimpor amunisi dari belahan dunia lain secara bertahap. Mousavi mengklaim bahwa pihak lawan mengalami kerugian strategis dalam fase konflik ini.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan media Barat yang mempertanyakan efektivitas serangan militer gabungan AS-Israel dalam melemahkan kemampuan strategis Iran.
Mengutip penilaian intelijen AS, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran masih memiliki ribuan rudal balistik jarak pendek dan menengah yang tersimpan di jaringan fasilitas bawah tanah yang diperkuat, yang mampu melindungi peluncur bergerak dari serangan udara selama berminggu-minggu.
Mousavi juga menyinggung kembali penutupan Selat Hormuz oleh IRGC, yang diumumkan menyusul dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh AS. IRGC menyebut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran sebagai tindakan pembajakan.
Dalam pernyataan terpisah, Mousavi memuji strategi perang asimetris yang dirancang oleh Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Khamenei.
Ia menyatakan bahwa pengembangan teknologi rudal dalam negeri serta ketergantungan pada ilmuwan dan generasi muda telah memungkinkan Iran mempertahankan daya tangkalnya.
Militer Iran sebelumnya menegaskan bahwa apabila keamanan pelabuhan-pelabuhan Iran di kawasan Teluk Persia dan Laut Arab terancam, maka tidak ada pelabuhan di kawasan tersebut yang akan aman.
Baca Juga: Mantan Pejabat Amerika: Perang Iran Buktikan Kelemahan Donald Trump!
Ketegangan di kawasan meningkat sejak agresi militer dilancarkan pada 28 Februari. Pembatasan akses di Selat Hormuz — jalur transit utama sekitar 20 persen pengiriman minyak dan gas alam cair global — telah memicu gejolak pasar energi dan kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Di tengah gencatan senjata yang rapuh, Angkatan Bersenjata Iran menyatakan tetap waspada dan siap merespons setiap ancaman yang muncul.
Sumber: Press TV.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok









