Kemendagri Selaraskan Kebijakan Pusat dan Daerah Wujudkan Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Keselarasan visi dan langkah diperlukan agar kebijakan Presiden dapat diterjemahkan menjadi program yang efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Enggak mungkin kita bisa menjadi negara maju kalau masing-masing berbeda. Nomor utama yang paling penting adalah bagaimana kita harus bergerak bersama membangun narasi dan orkestrasi menuju 2045," kata Bima, dikutip Rabu (28/10/2029).
Baca Juga: Kemendagri Siapkan Tim Evaluasi Penanganan Kenaikan Harga Cabai
Dia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri berperan mengoordinasikan pemerintah daerah (Pemda) agar arah kebijakan dan program pembangunan sejalan dengan prioritas nasional. Upaya ini dilakukan melalui retret kepala daerah, pembinaan, dan koordinasi berkelanjutan untuk memperkuat kesamaan visi serta memastikan pelaksanaan kebijakan di daerah berjalan efektif.
Menurutnya, sinkronisasi pembangunan juga perlu diwujudkan melalui penguatan ekonomi daerah berbasis potensi wilayah sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, seperti sektor pangan, perdagangan, dan jasa.
Kepala daerah perlu mengenali sektor unggulan dan membangun ekosistem ekonomi yang menghubungkan produksi, konsumsi, serta berbagai aktivitas ekonomi agar mampu menciptakan nilai tambah dan memperluas kesempatan kerja.
"Economic growth is not only about government spending, bukan. Bukan hanya membelanjakan uang negara saja, bukan. Pertumbuhan ekonomi adalah produksi. Pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi," ujarnya.
Karena itu, Kemendagri turut mengawal pengendalian inflasi melalui koordinasi rutin bersama Pemda untuk mengidentifikasi kendala yang memengaruhi harga, terutama terkait produksi dan distribusi barang kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Kemendagri Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan Perluas Akses Listrik di Daerah 3T
Dengan demikian, pengendalian inflasi dapat mendukung terjaganya daya beli sekaligus keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. Bima juga menekankan pentingnya menyelaraskan pelaksanaan program prioritas Presiden dengan potensi dan kebutuhan daerah.
Seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG) perlu didukung pasokan pangan yang memadai, sedangkan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan sumber daya setempat, agar turut menggerakkan perekonomian lokal.
Selain penguatan ekonomi, sinkronisasi antarkementerian dan Pemda diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







