Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi Ungkap Momen Negosiasi Buyar saat Perundingan AS-Iran

AKURAT.CO Ancaman pemblokiran Selat Hormuz disebut menjadi penghambat utama dalam negosiasi tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya hampir mencapai kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembahasan yang berlangsung di Islamabad itu berjalan sangat intens dan mendekati titik temu.
Namun, situasi berubah setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait rencana blokade jalur vital tersebut.
“Ketika hanya beberapa inci dari MoU Islamabad, kami menghadapi maksimalisme, perubahan target, dan blokade,” ujar Araghchi, seperti dikutip CNN, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, Iran telah menunjukkan itikad baik dalam proses tersebut dengan tujuan mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung puluhan tahun.
Araghchi menilai dinamika terbaru dalam negosiasi mencerminkan belum adanya perubahan sikap dari pihak terkait. “Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan,” katanya.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menyatakan negaranya akan memulai blokade penuh angkatan laut di Selat Hormuz serta mengancam akan melakukan pembalasan jika Iran melakukan perlawanan. Langkah ini memperburuk ketegangan yang telah mengganggu jalur pelayaran tersebut dan pasokan energi global.
Pengumuman itu disampaikan beberapa jam setelah perundingan langsung AS dan Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan, sehingga mengancam kelanjutan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati.
Trump menyebut kegagalan negosiasi dipicu perbedaan tajam terkait isu nuklir. Militer AS menyatakan blokade akan mulai diberlakukan pada Senin pukul 10.00 waktu New York.
US Central Command menyatakan blokade akan diterapkan tanpa diskriminasi terhadap kapal dari semua negara yang masuk maupun keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk di Teluk Arab dan Teluk Oman.
AS juga akan menghentikan kapal yang membayar biaya kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz serta membersihkan ranjau di jalur tersebut. Sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia melewati jalur ini.
Trump menegaskan Angkatan Laut AS akan segera memblokir seluruh kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz. Ia juga memperingatkan bahwa setiap tindakan serangan dari pihak Iran terhadap AS atau kapal sipil akan dibalas secara keras.
Ia menambahkan sejumlah negara lain kemungkinan akan turut terlibat dalam pelaksanaan blokade tersebut.
Langkah ini diperkirakan akan berdampak besar terhadap Iran, yang selama konflik menjadi salah satu eksportir utama minyak melalui jalur tersebut.
Menanggapi hal itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan setiap kapal militer yang mendekati selat dengan alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Blokade penuh di Selat Hormuz diperkirakan akan menambah tekanan pada pasar energi global, terutama bagi negara seperti China yang menjadi pembeli utama minyak Iran. Harga minyak dilaporkan telah melonjak sekitar 30 persen dibandingkan sebelum konflik, dengan sebagian transaksi bahkan menembus lebih dari 140 dolar AS per barel.
Sumber: CNN
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon








