Jurnalis Kamboja Hem Vanna Ditangkap Usai Ungkap Dugaan Pusat Penipuan Online

AKURAT.CO Jurnalis online Kamboja, Hem Vanna, ditangkap pada 3 Februari 2025 setelah mempublikasikan laporan video tentang dugaan pusat penipuan online (scam center) di Poipet. Penangkapan ini memicu kritik dari kelompok masyarakat sipil dan organisasi pers internasional yang menilai pemerintah semakin menekan kebebasan media.
Hem Vanna adalah pendiri HVNN TV Online. Pada 30 Januari, ia mengunggah video investigasi mengenai sebuah bangunan yang diduga menjadi lokasi operasi penipuan daring dan disebut berada dekat kantor polisi di Poipet. Tiga hari kemudian, aparat memanggilnya ke kantor polisi dan menuduhnya mencemarkan nama baik institusi.
Rekan Vanna, Khun Dim, mengatakan aparat mempermasalahkan detail dalam laporan tersebut, terutama soal jarak bangunan dari kantor polisi militer. Menurut polisi, jaraknya 700 meter, bukan 100 meter seperti disebut dalam laporan.
Sebelum ditahan, Vanna meminta aparat tidak mengintimidasi jurnalis. Ia menegaskan bahwa pers berperan menyampaikan informasi kepada publik dan mengawasi kebijakan pemerintah.
Dijerat Pasal Pidana, Terancam 3 Tahun Penjara
Vanna didakwa berdasarkan Pasal 301 dan 495 KUHP Kamboja terkait dugaan perekaman percakapan pribadi dan hasutan. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengecam langkah tersebut. Mereka menilai aparat seharusnya menggunakan mekanisme Undang-Undang Pers untuk meminta klarifikasi atau koreksi, bukan langsung memproses secara pidana.
Direktur operasional kelompok HAM Licadho, Am Sam Ath, menyatakan ruang kebebasan pers di Kamboja semakin menyempit. Ia menilai hukum pidana kerap digunakan untuk menekan jurnalis yang melaporkan isu sensitif.
Isu Pusat Penipuan Online Jadi Sorotan
Kamboja selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan terkait maraknya pusat penipuan online. Jaringan kejahatan terorganisir diduga merekrut atau menipu pekerja migran untuk bekerja di kompleks penipuan daring. Banyak korban dilaporkan dipaksa bekerja di bawah ancaman kekerasan.
Sejak 2021, pemerintah Kamboja menyatakan meningkatkan operasi pemberantasan. Ribuan warga lokal dan asing telah diselamatkan dari lokasi yang diduga menjadi pusat scam.
Namun, data pemantau media menunjukkan tekanan terhadap jurnalis meningkat. Sepanjang 2025, sedikitnya lima jurnalis ditangkap terkait pemberitaan mereka. Dalam dua bulan terakhir, enam jurnalis didakwa setelah melaporkan isu perbatasan Thailand-Kamboja dan dugaan pusat penipuan online.
Dapat Sorotan Internasional
Penangkapan Hem Vanna menuai perhatian organisasi pers global. Committee to Protect Journalists (CPJ) mendesak pemerintah Kamboja fokus memberantas kejahatan siber, bukan membungkam peliputnya. Reporters Without Borders (RSF) juga menyatakan jurnalis tidak boleh dipidana karena melaporkan isu kepentingan publik.
Pada 11 Februari, kelompok HAM ADHOC mengajukan surat ke Pengadilan Provinsi Banteay Meanchey untuk meminta pembebasan Vanna.
Kasus ini menambah daftar panjang polemik antara upaya penegakan hukum terhadap penipuan online dan perlindungan kebebasan pers di Kamboja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 3Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 4Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 7Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta






