Pria 100 Tahun di Jerman Diinvestigasi karena Diduga Terlibat sebagai Penjaga Kamp Nazi

AKURAT.CO Seorang pria berusia 100 tahun di Jerman sedang diselidiki karena diduga pernah bertugas sebagai penjaga kamp Nazi dan terlibat dalam eksekusi tahanan pada akhir Perang Dunia II.
Menurut otoritas di Dortmund, pria tersebut diduga terlibat dalam kejahatan perang antara Desember 1943 hingga September 1944 di kamp tawanan perang (POW) Stalag VI A di Hemer, Jerman Barat. Jaksa Andreas Brendel mengatakan penyidik kini menilai apakah ada cukup bukti untuk mengajukan tuntutan resmi.
Kamp Hemer diketahui menampung setidaknya 100.000 tawanan perang, sebagian besar berasal dari Uni Soviet. Ribuan orang dilaporkan tewas akibat kondisi buruk, kekerasan, kelaparan, dan eksekusi di kamp tersebut. Stalag VI A juga dikenal sebagai salah satu kamp paling mematikan pada rezim Nazi.
Perubahan Hukum Buka Jalan Penuntutan
Kasus ini menjadi bagian dari upaya lanjutan Jerman menuntut pelaku kejahatan perang Nazi, meskipun sebagian besar tersangka kini berusia di atas 90 tahun.
Perubahan besar dalam landasan hukum terjadi pada 2011, setelah pengadilan menjatuhkan hukuman kepada John Demjanjuk, mantan penjaga kamp Sobibor. Putusan itu membuka preseden bahwa mantan penjaga kamp dapat dinyatakan bersalah sebagai aksesori pembunuhan, meski tanpa bukti keterlibatan langsung dalam satu peristiwa pembunuhan tertentu.
Sejak saat itu, beberapa mantan penjaga kamp konsentrasi berhasil dihukum dengan dasar hukum yang sama.
Pada 2020, seorang mantan penjaga kamp berusia 93 tahun dinyatakan bersalah karena turut serta dalam pembunuhan lebih dari 5.000 tahanan.
Waktu Makin Sempit
Hampir 80 tahun setelah Perang Dunia II berakhir, upaya penuntutan semakin sulit karena sebagian besar tersangka sudah lanjut usia dan banyak yang meninggal sebelum menjalani proses hukum.
Beberapa kasus bahkan dihentikan karena terdakwa dianggap tidak layak mengikuti persidangan secara fisik maupun mental.
Pada 2022, Josef Schuetz, mantan penjaga kamp yang dijatuhi hukuman lima tahun penjara, meninggal setahun kemudian pada usia 102 tahun sebelum menjalani hukuman.
Awal tahun ini, seorang pria yang diduga mantan penjaga kamp Sachsenhausen meninggal dunia sebelum menghadapi tuntutan atas dugaan keterlibatan dalam pembunuhan lebih dari 3.300 orang.
Nasib Kasus Masih Belum Jelas
Pria yang kini sedang diselidiki berusia 100 tahun, membuat kemungkinan pelaksanaan persidangan masih belum pasti. Otoritas Jerman menyatakan proses penyelidikan akan tetap berlanjut hingga keputusan dapat diambil, selama kondisi kesehatan terduga masih memungkinkan.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Jerman untuk memastikan kejahatan perang era Nazi tetap dipertanggungjawabkan, meski waktu terus membatasi proses hukum tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar








