Mikrofon Bocor, Putin dan Xi Jinping Ketahuan Bahas Transplantasi Organ dan Keabadian

AKURAT.CO Dunia dikejutkan oleh momen tak terduga saat parade militer besar memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing.
Mikrofon yang tak sengaja terbuka membuat publik mendengar percakapan pribadi antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Topiknya bukan soal strategi geopolitik atau aliansi militer, melainkan isu yang lebih futuristik: transplantasi organ, umur panjang, hingga kemungkinan keabadian.
Dalam rekaman yang disiarkan langsung oleh CCTV dan ditonton jutaan orang, terdengar penerjemah menyebut istilah bioteknologi, transplantasi organ, hingga “umur panjang aktif”.
Xi Jinping bahkan menyinggung prediksi ilmiah bahwa manusia kelak bisa hidup hingga usia 150 tahun berkat kemajuan medis.
Putin menimpali dengan optimisme. Ia menegaskan bahwa teknologi medis modern, termasuk bedah penggantian organ, akan menjadi kunci bagi manusia untuk hidup lebih sehat dan lebih lama.
“Metode medis masa depan bisa memungkinkan kehidupan yang jauh lebih panjang dan aktif,” ujar Putin, seperti tertangkap dalam rekaman.
Baca Juga: Presiden Prabowo Hadiri Maulid Nabi dan Istighosah Kebangsaan di Masjid Istiqlal
Tak berhenti di situ, Putin disebut langsung memerintahkan pembentukan pusat riset New Preservation Technologies di Rusia.
Pusat itu akan berfokus pada studi penuaan, neuroteknologi, serta inovasi untuk memperpanjang usia manusia.
Laporan independen sebelumnya juga mengaitkan keluarga Putin dengan investasi riset transplantasi organ dan proyek ambisius terkait “keabadian biologis” di laboratorium negara.
Percakapan pribadi kedua pemimpin besar dunia yang bocor ke publik ini pun sontak viral dan memicu spekulasi global.
Banyak pihak terkejut bukan hanya karena isunya yang sensasional, tetapi juga karena biasanya isi percakapan Putin dan Xi dijaga sangat ketat dari publik.
“Ini adalah momen langka, di mana dua pemimpin otoriter dunia berbicara bukan tentang perang, tetapi tentang umur panjang dan keabadian,” tulis salah satu analis di media sosial, yang mendapat ribuan komentar dalam hitungan jam.
Bagi sebagian orang, topik ini dianggap bukti keseriusan Rusia dan China dalam menguasai masa depan bioteknologi.
Namun bagi lainnya, obrolan itu justru menimbulkan pertanyaan etis: apakah keabadian hanya akan jadi hak segelintir elite dunia?
Baca Juga: Gerald Vanenburg Keluhkan Menit Bermain Pemain Timnas U-23, Mauricio Souza Justru Sentil PSSI
Laporan: Aqila Shafiqa Aryaputri/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









