Iran Larang Penggunaan Perangkat Komunikasi Setelah Serangan terhadap Hizbullah

AKURAT.CO Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) telah melarang anggotanya menggunakan semua jenis perangkat komunikasi menyusul serangan yang menewaskan 39 orang dan melukai lebih dari 3.000 orang di Lebanon.
Dua pejabat keamanan yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa serangan tersebut, yang melibatkan ledakan pager dan walkie-talkie, menargetkan sekutu Hizbullah.
"Ini termasuk pengawasan terhadap rekening bank mereka baik di Iran maupun di luar negeri, serta riwayat perjalanan mereka dan keluarga mereka," kata pejabat keamanan tersebut, dikutip dari Reuters.com, Selasa (24/9/2024).
IRGC kini melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap perangkat komunikasi dan teknologi lainnya yang digunakan oleh anggotanya, mengkhawatirkan kemungkinan infiltrasi oleh agen Israel.
Pemeriksaan tersebut mencakup pengawasan terhadap rekening bank dan riwayat perjalanan anggota IRGC, terutama pada mereka yang berada di tingkat menengah hingga tinggi.
Serangan tersebut terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran dan Israel, dengan pihak Lebanon dan Hizbullah menuduh Israel bertanggung jawab.
Meskipun Israel tidak mengkonfirmasi keterlibatannya, ketegangan ini terjadi bersamaan dengan konflik yang melibatkan Hamas dan Israel.
Keamanan fasilitas nuklir dan rudal Iran juga menjadi perhatian utama, dengan langkah-langkah keamanan yang diperketat sejak tahun lalu.
IRGC, yang memiliki pengaruh politik dan militer besar, terus berupaya melindungi sistem pertahanan negara di tengah ancaman yang dirasakan dari Israel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









