Akurat

Target Investor Syariah 2026 Naik Tajam, BEI Bidik 50 Ribu SID

Esha Tri Wahyuni | 27 Februari 2026, 08:10 WIB
Target Investor Syariah 2026 Naik Tajam, BEI Bidik 50 Ribu SID
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan

AKURAT.CO PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menaikkan target penambahan investor syariah aktif menjadi 50.000 Single Investor Identification (SID) pada 2026. Target tersebut melonjak signifikan dibandingkan target 2025 yang hanya 13.500 SID.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan penyesuaian target dilakukan setelah melihat capaian sepanjang 2025 yang melampaui ekspektasi.

“Tahun kemarin targetnya cuma 13.500 penambahan investor syariah itu. Tahun sekarang 50.000. Karena ternyata tahun 2025 perusahaan melihat pencapaiannya 43.000 SID. Berarti kalau target cuma 13.500 SID terlalu rendah. Akhirnya dinaikkan targetnya jadi 50.000 SID,” ujar Irwan dalam sesi Edukasi Pasar Modal Syariah di Jakarta, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga: Jelang Aturan Baru BEI, Pemegang Saham CBDK Jual 25 Juta Saham

Mengutip hasil data BEI per Desember 2025, total investor syariah mencapai 217.157 SID, naik dari 169.397 SID pada 2024. Kemudian, investor syariah aktif sebanyak 43.135 SID, naik dari 30.979 SID pada akhir 2024.

Sedangkan untuk nilai transaksi mencapai Rp11,2 triliun, meningkat dari Rp5,5 triliun pada 2024 dengan volume transaksi sebanyak 30,6 miliar saham serta frekuensi transaksi hingga 2,7 juta kali.

Irwan menegaskan BEI kini lebih menyoroti kualitas partisipasi investor syariah, bukan hanya pertumbuhan jumlahnya.

Baca Juga: Dukung Reformasi Pasar Modal RI, FTSE Russell Minta BEI Jaga Timeline

“Saya sekarang lebih senang, Bursa Efek Indonesia lebih senang meng-highlight tentang pencapaian yang sudah dilakukan oleh investor khusus syariah yang 217.000 itu. Dari sebanyak 217.000 investor syariah itu, transaksinya sudah mencapai Rp11,2 triliun,” katanya.

Dari sisi produk, jumlah saham syariah tercatat sebanyak 672 saham dari total 956 saham di pasar modal Indonesia per Desember 2025. Artinya, lebih dari 70% saham tercatat masuk dalam kategori syariah.

Kapitalisasi pasar saham syariah juga tumbuh menjadi Rp8,97 triliun pada Desember 2025, dari Rp6,82 triliun pada akhir 2024.

Penguatan pasar modal syariah dalam beberapa tahun terakhir sejalan dengan strategi pendalaman pasar keuangan domestik dan peningkatan literasi investasi berbasis prinsip syariah.

Sebagai informasi, pertumbuhan investor ritel di Indonesia meningkat pesat sejak periode pandemi 2020–2022.

Namun, porsi investor syariah masih relatif kecil dibandingkan total investor pasar modal nasional, sehingga ruang ekspansi dinilai masih terbuka lebar.

Peningkatan target 2026 juga mencerminkan pergeseran pendekatan BEI dari sekadar ekspansi kuantitas menuju optimalisasi partisipasi aktif.

Lonjakan investor syariah aktif berpotensi memperdalam likuiditas saham-saham berbasis syariah, terutama emiten yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES).

Dengan volume 30,6 miliar saham dan frekuensi 2,7 juta transaksi, kontribusi investor syariah terhadap aktivitas perdagangan semakin signifikan.

Bagi investor ritel, pertumbuhan ini menunjukkan semakin luasnya pilihan instrumen saham syariah dengan kapitalisasi yang terus meningkat.

Dominasi 672 saham syariah dari total 956 saham tercatat juga memperluas diversifikasi portofolio.

Dari sisi industri, peningkatan transaksi dari Rp5,5 triliun menjadi Rp11,2 triliun dalam setahun mencerminkan kenaikan partisipasi dan kepercayaan investor terhadap instrumen syariah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.