Normalisasi Sungai Dikebut, Jakarta Belum Tentu Bebas Banjir

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih harus mengangkat 142.692,7 meter kubik sedimentasi di Kali Krukut untuk mengurangi risiko banjir menjelang musim hujan.
Hingga saat ini, pengerukan sungai tersebut baru mengangkat sekitar 8.507,3 meter kubik endapan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, penanganan Kali Krukut tidak bisa dipisahkan dari normalisasi Kali Mampang. Kedua aliran sungai terhubung menuju Kanal Banjir Barat (KBB), sehingga pengerukan dan perbaikan infrastruktur perlu dilakukan secara terpadu.
"Musim kemarau panjang ini kita melakukan pembenahan dari ujung, dimulai dengan embung-embung dan perbaikan pertemuan aliran Kali Mampang dengan Kali Krukut juga kita lakukan perbaikan," ujarnya, saat meninjau normalisasi Kali Mampang di Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026).
Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, volume sedimentasi yang masih harus diangkat di Kali Krukut jauh lebih besar dibandingkan capaian pengerukan saat ini. Adapun di Kali Mampang, pengerukan baru mengangkat sekitar 4.393 meter kubik sedimentasi, dengan pekerjaan tersisa sekitar 14.727 meter kubik.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Banjir Rob hingga 1 November 2026, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Terdampak
Pramono mengakui potensi banjir di Jakarta belum sepenuhnya bisa dihilangkan. Namun, ia berharap pengerukan sungai dan pembenahan infrastruktur pengendali banjir dapat menekan volume genangan ketika curah hujan meningkat.
"Saya yakin nantinya masih ada banjir, tetapi volumenya akan berkurang secara signifikan karena sekarang ditangani secara serius," katanya.
Penanganan kedua sungai tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko banjir di Kawasan Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.
Selain pengerukan, Pemprov DKI juga memelihara turap Kali Mampang di Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter. Perbaikan turap Kali Krukut turut dilakukan di Kompleks Canadiyanti dengan panjang mencapai 241,7 meter.
Menurut Pramono, upaya pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan memperbaiki satu titik sungai. Pemeliharaan turap dan pengerukan perlu dilakukan secara berkelanjutan, agar aliran air dari Kali Mampang menuju Kali Krukut hingga Kanal Banjir Barat tetap lancar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Link Download Kalender 2027 PDF Lengkap dengan Tanggal Merah, Libur Nasional, dan Cuti Bersama
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok







