Akurat Logo

Rano Karno Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Film Asia Tenggara

Okto Rizki Alpino | 22 Oktober 2026, 17:44 WIB
Rano Karno Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Film Asia Tenggara
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, Ingin Jakarta Jadi Pusat Industri Film Asia Tenggara. - Dok. Pemprov Jakarta

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta mendorong Jakarta menjadi pusat produksi film di Asia Tenggara melalui penguatan investasi dan kerja sama internasional. Upaya itu dibahas dalam Jakarta Film Summit (JFS) 2026, yang mempertemukan lebih dari 500 peserta dari kalangan insan perfilman, investor, pelaku industri, dan mitra internasional.

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengatakan JFS menghadirkan 40 pembicara dari 10 negara. Forum tersebut membahas berbagai aspek pengembangan industri perfilman, mulai dari kemudahan perizinan, peluang investasi, pembiayaan, hingga produksi film bersama.

"Forum ini telah mempertemukan lebih dari 500 peserta mulai dari insan perfilman, pelaku industri, investor, hingga mitra internasional untuk membuka ruang kolaborasi dan memperkuat ekosistem perfilman di Asia Tenggara," kata Rano dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Baca Juga: Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja, Ekonomi Kreatif Jadi Penggerak Utama Pembangunan Global

Salah satu pembahasan dalam forum itu melibatkan Asian Film Alliance Network (AFAN), untuk mengembangkan kerja sama dan pendanaan film. JFS juga membahas kesiapan proyek perfilman dalam menarik investasi serta memperluas akses distribusi ke pasar internasional.

Untuk itu, Pemprov Jakarta terus memperkuat peran Jakarta Film Commission (JFC) melalui layanan 'Filming in Jakarta'. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung kegiatan produksi film di Ibu Kota.

Selain itu, Pemerintah Jakarta memberikan keringanan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) sebesar 50 persen untuk pemutaran film nasional di bioskop Jakarta. Insentif tersebut ditujukan untuk mendukung produsen film nasional sekaligus memperkuat daya saing industri perfilman.

Rano berharap, JFS tidak berhenti sebagai forum pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang mampu menarik investasi, memperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan kontribusi industri film terhadap ekonomi kreatif Jakarta.

Baca Juga: WCCE 2026 Momentum Indonesia Dorong Ekonomi Kreatif Masuk Agenda Pembangunan Global

"Saya berharap yang kita tutup hanyalah acaranya, bukan percakapannya. Yang berakhir hanyalah pertemuannya, bukan kerja samanya," ujarnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Jakarta menjadwalkan Jakarta Scouting Day untuk memperkenalkan sejumlah lokasi potensial untuk syuting kepada pelaku industri perfilman.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah Jakarta juga berupaya membuka peluang kerja sama produksi dengan mitra internasional, sekaligus memperkenalkan Jakarta sebagai lokasi produksi film yang potensial di kawasan Asia Tenggara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.