Akurat Logo

Prabowo: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat

Moehamad Dheny Permana | 22 Oktober 2026, 18:29 WIB
Prabowo: Santri Kompak dan Hebat, Indonesia Makin Kuat
Presiden RI, Prabowo Subianto, saat menyampaikan sambutan dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di Jakarta International Expo. - Biro Pers Setpres

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menyampaikan ucapan Selamat Hari Santri Nasional 2026, sebagai bentuk penghormatan terhadap peran besar santri dan pondok pesantren dalam sejarah perjuangan serta kemerdekaan bangsa Indonesia.

Ucapan tersebut disampaikan Kepala Negara saat mengawali sambutannya dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, pada Kamis (22/10/2026).

"Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk menyampaikan atas nama pribadi dan atas nama pemerintah Republik Indonesia, saya ingin menggunakan kesempatan ini juga untuk mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional 22 Oktober 2026," ucap Prabowo.

Baca Juga: Hari Santri Nasional 2026, Mengenang Resolusi Jihad Pertahankan Kemerdekaan Indonesia

Dia menegaskan, santri dan pondok pesantren memiliki kedudukan penting dalam perjalanan sejarah bangsa. Menurutnya, keberadaan santri dan lembaga pendidikan pesantren tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan serta kemerdekaan Indonesia.

"Santri dan santriwati, dan pondok pesantren telah menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan dan kemerdekaan bangsa Indonesia," tegasnya.

Prabowo pun menyampaikan pesan singkat yang penuh makna mengenai pentingnya kekompakan dan kekuatan santri dalam membangun Indonesia.

Melalui pesan tersebut, dia menekankan semangat persatuan dan kontribusi santri sebagai bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin kuat dan maju.

"Santri kompak dan hebat, Indonesia makin kuat," ujar Prabowo.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.