Akurat Logo

M4CR dan Warga Sepakati Rehabilitasi 1.042 Hektare Mangrove di Kaltara

Yusuf Tirtayasa | 7 Oktober 2026, 18:36 WIB
M4CR dan Warga Sepakati Rehabilitasi 1.042 Hektare Mangrove di Kaltara
M4CR dan Warga Sepakati Rehabilitasi 1.042 Hektare Mangrove di Kaltara

AKURAT.CO Bagi masyarakat pesisir Kalimantan Utara, mangrove bukan sekadar ekosistem, tetapi bagian penting dari ruang hidup dan sumber penghidupan.

Berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, Kalimantan Utara memiliki ekosistem mangrove seluas 187.530 hektare dari total 3,44 juta hektare mangrove di Indonesia.

Untuk mendukung pemulihan ekosistem tersebut, pemerintah Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 600 ribu hektare hingga 2029 melalui Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).

Salah satu upaya untuk mencapai target tersebut dilakukan melalui Mangroves for Coastal Resilience (M4CR). Program ini menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 32.634 hektare di empat provinsi prioritas, yakni Riau, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara hingga 2027.

Di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, proses rehabilitasi diawali dengan Padiatapa atau Persetujuan Atas Dasar Informasi Awal Tanpa Paksaan. Melalui proses tersebut, M4CR dan masyarakat menyepakati kawasan seluas 1.042 hektare yang akan dikelola bersama 18 kelompok masyarakat.

Padiatapa Libatkan Masyarakat Sejak Awal

Proses Padiatapa dilakukan di tiga desa di Kabupaten Bulungan, yaitu Desa Sekatak Buji, Salimbatu, dan Tanjung Buka. Wilayah tersebut didominasi kawasan tambak sehingga rencana rehabilitasi mangrove berkaitan langsung dengan aktivitas dan mata pencaharian masyarakat setempat.

Melalui pertemuan dan dialog dengan warga, masyarakat mendapatkan informasi mengenai rencana kegiatan, pengelolaan kawasan, serta peran yang dapat mereka ambil. Proses tersebut juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk ikut menentukan arah rehabilitasi mangrove di wilayahnya.

Dengan pendekatan tersebut, keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya berlangsung ketika kegiatan penanaman dimulai. Rasa memiliki terhadap kawasan mangrove dapat dibangun sejak tahap awal sehingga masyarakat turut berperan dalam menjaga kawasan yang telah disepakati.

PPIU Manager M4CR Kalimantan Utara, Akhmad Ashar Sarif, mengatakan masyarakat diharapkan tetap terlibat setelah proses penanaman berlangsung.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.