Pemprov Jakarta Raih WTP 9 Kali Berturut-turut, Komisi C DPRD Ingatkan Temuan BPK Harus Diselesaikan

AKURAT.CO Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sembilan kali berturut-turut. Hal ini pun menjadi sorotan berbagai pihak.
Anggota Komisi C DPRD Jakarta, August Hamonangan, mengingatkan agar capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan administratif. Namun harus dibarengi dengan penyelesaian menyeluruh atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK.
Dia menyoroti masih adanya sejumlah temuan pemeriksaan yang belum diselesaikan meski telah berulang kali menjadi perhatian, termasuk temuan yang telah berulang sejak 2021.
Baca Juga: Kemenko Perekonomian Raih WTP ke-17 dari BPK
"Ternyata dari rapat kita bersama BUMD, masih banyak temuan LHP yang belum diselesaikan," kata August dalam Rapat Kerja Komisi C DPRD Jakarta bersama jajaran eksekutif, Rabu (17/6/2025).
Dia mengungkapkan, sejumlah temuan lama masih kembali muncul dalam pembahasan tahun ini. Bahkan, terdapat temuan yang berasal dari hasil pemeriksaan tahun 2021 yang hingga kini belum mendapatkan penyelesaian tuntas.
"Seharusnya semua LHP itu sudah beres," ujarnya.
August menegaskan, penyelesaian temuan BPK tidak boleh berlarut-larut karena menjadi indikator penting dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan dan akuntabel. Dia meminta jajaran eksekutif dan BUMD segera menyelesaikan berbagai persoalan yang masih menggantung.
Salah satu persoalan yang disorot adalah piutang antar-BUMD dalam Program Pangan Murah. Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah dalam membangun sinergi antarbadan usaha milik daerah.
"Setoran yang diharapkan Food Station belum diselesaikan oleh Pasar Jaya sejak 2021," jelasnya.
Baca Juga: BPKH Kembali Raih Opini WTP, Konsisten Tata Kelola Transparan dan Akuntabel
Selain itu, terdapat piutang sekitar Rp1 miliar yang telah dihapuskan melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Namun demikian, masih terdapat sisa piutang lainnya yang belum terselesaikan hingga saat ini.
"Bila perlu, kami tekankan selesai tahun ini," tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi C DPRD Jakarta, Tri Waluyo, meminta seluruh BUMD lebih terbuka dalam menjelaskan tindak lanjut atas temuan-temuan yang belum selesai. Dia menilai, keterbukaan diperlukan agar DPRD dapat mengawasi secara efektif proses penyelesaiannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit







