Basarnas: 10 Korban Longsor Pasirlangu Masih Dalam Pencarian

AKURAT.CO Memasuki hari kesembilan, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih melanjutkan pencarian korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa hingga Minggu (1/2/2026), sebanyak 70 korban telah berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara 10 orang lainnya masih dalam pencarian.
“Jika mengacu pada data korban yang dirilis Pemerintah Kabupaten, masih terdapat 10 korban yang belum ditemukan,” ujar Syafii dalam keterangannya.
Ia merinci, dari total 70 body pack yang ditemukan, sebanyak 53 korban telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) hingga 31 Januari 2026 pukul 17.00 WIB. Sementara itu, 16 body pack lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Operasi SAR akan terus dilakukan dengan penyisiran di seluruh sektor operasi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menjelaskan bahwa operasi SAR hari ini difokuskan pada optimalisasi pencarian di sektor-sektor prioritas dengan tetap mengedepankan keselamatan personel serta pengendalian risiko longsor susulan.
Baca Juga: Kenapa Matahari Tampak Merah Saat Terbit? Ini Penjelasan Ilmiahnya
“Seiring bertambahnya unsur SAR gabungan, area pencarian kami perluas dan seluruh sektor difokuskan agar seluruh area kerja dapat tercakup secara maksimal,” kata Ade di Bandung, Minggu.
Ia menjelaskan, pencarian korban dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan pembagian tiga sektor operasi, yakni Sektor Alpha, Bravo, dan Charlie.
Metode pencarian dilakukan secara manual, teknikal, serta dengan dukungan alat berat yang digunakan secara bertahap dan terkontrol sesuai kondisi medan.
Dalam operasi ini, SAR gabungan mengerahkan 18 unit alat berat dengan berbagai tipe, mulai dari PC 75 hingga PC 300, guna mendukung proses pencarian dan evakuasi korban.
“Optimalisasi penggunaan alat berat disesuaikan dengan kondisi lapangan dan hasil asesmen keselamatan, sehingga tetap efektif tanpa mengabaikan keamanan personel,” ujarnya.
Ade menambahkan, operasi SAR melibatkan total 3.713 personel dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), kementerian dan lembaga terkait, serta relawan.
“Operasi SAR akan terus dilaksanakan secara terukur dan terkoordinasi hingga seluruh korban yang masih diduga tertimbun dapat ditemukan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 7Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok









