Tiga Hari Pencarian Manual, Evakuasi Santri Al Khoziny Kini Gunakan Alat Berat

AKURAT.CO Pemerintah bersama keluarga korban akhirnya menyepakati penggunaan alat berat untuk mempercepat evakuasi korban runtuhan mushola Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.
Keputusan ini diambil setelah tiga hari pencarian manual tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan, Basarnas sebelumnya telah memaksimalkan berbagai peralatan deteksi, mulai dari sensor suara, gerakan, hingga suhu tubuh.
Namun, setelah tiga kali konfirmasi, tidak ditemukan lagi indikasi korban hidup.
“Kesepakatan bersama dengan keluarga, alat berat akhirnya digunakan untuk mempercepat evakuasi. Namun tentu dengan ekstra kehati-hatian agar sebanyak mungkin korban ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Pratikno, Jumat (3/10/2025).
Sehari sebelumnya, Pratikno meninjau langsung lokasi reruntuhan untuk memastikan proses pencarian berjalan baik sekaligus memberi penguatan kepada keluarga korban.
Dengan penuh haru, keluarga akhirnya mengikhlaskan keadaan dan menyetujui penggunaan alat berat.
Baca Juga: Digitalisasi Peternakan Sapi Dorong Inklusi Keuangan Peternak Rakyat
“Mohon doa agar korban yang belum ditemukan segera bisa dievakuasi, dan keluarga diberikan ketabahan,” tambahnya.
Usai meninjau lokasi, Pratikno juga menjenguk empat santri yang berhasil diselamatkan dari reruntuhan di RSUD Notopuro Sidoarjo.
Ia memberikan semangat langsung kepada para santri dan dukungan moral bagi keluarganya, sekaligus menyerahkan bantuan uang tunai serta bantuan dari Kementerian Sosial.
Turut mendampingi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan jajaran Kemensos serta Kemenkes.
Musibah runtuhnya musholla terjadi pada Senin (29/9/2025) saat salat Ashar. Struktur atap berbahan kayu yang tengah dalam proses pengecoran diduga tidak kuat menahan beban, sehingga ambruk menimpa ratusan santri.
Hingga 1 Oktober, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 108 santri, dengan rincian 103 selamat dan 5 meninggal dunia. Namun, masih ada 59 santri yang belum ditemukan.
Sebelumnya, pemantauan drone thermal sempat mendeteksi 15 titik keberadaan korban dengan 7 tanda kehidupan.
Dari jumlah tersebut, 5 berhasil diselamatkan, sementara sisanya tidak lagi menunjukkan tanda-tanda hidup.
Pemerintah pusat memastikan terus memberikan dukungan penuh kepada Pemda Sidoarjo dan tim SAR dalam proses evakuasi yang panjang dan penuh kehati-hatian ini.
Baca Juga: Viral di TikTok! Ini Lirik Lagu Alamak Rizky Febian dan Adrian Khalif, Lengkap dengan Cara Download
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat







