Jakarta Bisa Kacau Tanpa Dewan Aglomerasi, Antarwilayah Susah Kompak

AKURAT.CO Pembentukan Dewan Aglomerasi untuk kawasan Jabodetabek sudah sangat mendesak. Sebab, tanpa lembaga koordinasi lintas wilayah, Jakarta akan kesulitan menangani persoalan yang melibatkan daerah-daerah penyangga.
"(Dewan Aglomerasi) Sangat mendesak. Karena tanpa lembaga koordinasi seperti itu, Jakarta akan sulit menangani persoalan lintas wilayah," kata Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).
Dia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri pun terbatas kewenangannya dalam memfasilitasi kerja sama antardaerah. Akibatnya, banyak kebijakan metropolitan yang tersendat karena setiap daerah berjalan sendiri-sendiri.
Baca Juga: Jabodetabek Masih Jalan Sendiri-sendiri, Dewan Aglomerasi Cuma Wacana
Karena itu, Trubus menyebut bila Dewan Aglomerasi terbentuk, sebagian kewenangan daerah di Bodetabek akan bersifat koordinatif di bawah lembaga tersebut.
"Gubernur, wali kota, atau bupati di wilayah aglomerasi nanti bekerja dalam koridor kebijakan bersama," jelasnya.
Namun, pemerintah daerah tetap memiliki kewenangan administratif. Hanya saja, keputusan strategis akan diatur oleh Dewan Aglomerasi dan pemerintah pusat.
"Sekarang saja koordinasinya sulit. Gubernur Jakarta bisa langsung arahkan wali kotanya, tapi di Jawa Barat atau Banten tidak bisa. Karena otonomi daerah kuat. Bupati dan wali kota punya kepentingan sendiri," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








