Cegah Banjir, Pemkot Bekasi Harus Wajibkan Pengembang Bikin Sumur Resapan

AKURAT.CO Pemerintah Kota Bekasi diminta, untuk mewajibkan para pengembang untuk membangun sumur resapan di setiap unit rumah yang dibangun. Hal ini untuk mengurangi potensi banjir di Bekasi.
Anggota Komisi V DPR RI Fraksi PKB, Sudjatmiko, mengatakan pemerintah dan masyarakat bisa belajar dari banjir yang baru saja terjadi di daerah Bekasi. Banyak kesalahan yang terjadi, sehingga banjir itu datang.
Salah satunya keterlambatan melakukan normalisasi sungai Bekasi. Normalisasi sungai sangat penting agar air hujan tidak meluap ke permukiman dan jalan.
Baca Juga: Katalog Promo JSM Indomaret Terbaru 13-19 Maret, Banjir Diskon Gede-gedean Spesial Ramadhan!
"Sebagai warga Bekasi, saya mempunyai tanggung jawab, apalagi saya sebagai anggota DPR RI, saya akan memperjuangkan. Nanti pada saat RDUP dengan Kementeri PU dan stakeholder yang ada, saya akan memperjuangkan bagaimana sungai Bekasi itu dinormalisasi. Karena normalisasi itu butuh peran serta pemerintah dan masyarakat," terang Sudjatmiko, Minggu (16/3/2025).
Dia juga menyoroti kondisi Daerah Aliran sungai (DAS) Kali Bekasi yang banyak disalahgunakan. Menurut dia, banyak bangunan permanen yang berdiri di DAS Kali Bekasi.
Keberadaan bangunan itu, jelas mengurangi luas lahan DAS. Selain itu, banyaknya alih fungsi lahan. Yaitu, lahan resapan yang kemudian dialihfungsikan menjadi bangunan.
"Saya akan memberikan informasi dan saran kepada pemda tidak boleh mengubah tatanan atau fungsi dari pada tanah. Yang awalnya dari situ tidak boleh dialihkan, ditingkatkan, atau diubah, tapi lahan itu malah menjadi mal atau perumahan. Kan di situ tempat menampungnya air. Ruang tidak ada, akhirnya jadi banjir," bebernya.
Dia mendesak, pemerintah daerah untuk mewajibkan setiap pengembang untuk membangun sumur resapan di setiap rumah atau bangunan yang dibangun. Pemerintah juga harus mengimbau, masyarakat untuk membangun sumur resapan di rumah mereka.
Baca Juga: VIRAL! Beredar Video Depan Istana IKN Banjir Setinggi 4 Meter, Intip Begini Fakta-faktanya
Selama ini, air hujan dari talang langsung dialirkan ke got, kemudian mengalir ke sungai kecil, dan selanjutnya ke sungai besar. Tidak ada air hujan yang diserap ke tanah. Maka, ketika hujan deras, sungai pun tidak mampu menampung air, sehingga terjadi banjir.
"Ini harus menjadi perhatian. Jadi, semua rumah diwajibkan ada sumur resapan. Air dari talang tidak langsung ke got, tapi ke sumur resapan," kata dia.
Menurutnya, keberadaan sumur resapan sangat penting. Sumur resapan bisa mengurangi air sampai 30 persen. Jadi, sebagian air hujan bisa diserap dalam sumur, sehingga tidak semuanya mengalir dan memenuhi sungai. Maka, sumur resapan sangat bermanfaat untuk mencegah banjir.
Terkait sumur resapan di Jakarta, Sudjatmiko mengatakan bahwa perencanaan sumur respaan di Jakarta itu bagus. Namun, pelaksanaannya tidak bagus. Seharusnya sumur resapan dibangun di dalam saluran air besar, bukan di tengah jalan.
Untuk itu, dia meminta pemerintah segera membangun sudeetan ke Banjir Kanal Timur (BKT). Pihaknya sudah mengurus perizinannya dan diperbolehkan oleh pemerintah pusat. Sekarang tugas Pemerintah Kota Bekasi adalah menyiapkan lahan untuk sudetan dari beberapa sungai di Bekasi ke arah BKT.
"Saya akan dorong Wali Kota Bekasi untuk membuat sudetan ke Banjir Kanal Timur. Itu izinnya sudah saya urus dan diperbolehkan. Tugas pemda adalah menyiapkan tanah, karena nanti beberapa sungai di Bekasi akan kita sudet ke BKT," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






