Pemkab Bekasi Naikkan Bencana Hidrometeorologi Jadi Tanggap Darurat

AKURAT.CO Pemerintah Kabupaten Bekasi, meningkatkan status bencana hidrometeorologi dari semula siaga menjadi tanggap darurat, terhitung mulai hari ini hingga 14 hari ke depan.
Peningkatan status kebencanaan tersebut mengacu hasil rapat koordinasi perangkat daerah setempat yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor: 100.3.3.2/Kep.212-BPBD/2025, sebagai upaya respons cepat penanganan setelah wilayah terdampak bencana meluas.
"Memutuskan menetapkan dari status siaga menjadi kondisi tanggap darurat bencana banjir, longsor, curah hujan ekstrem, abrasi, angin kencang, dan puting beliung dari tanggal 5 Maret hingga 18 Maret 2025," kata Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang di Kantor BPBD Bekasi, dikutip Antara, Rabu (5/3/2025).
Baca Juga: Kunjungi Pos Pengungsian Warga Terdampak Banjir di GOR Otista, Pramono Tanggapi Keluhan Warga
Ade mengatakan, keputusan ini dibuat dalam rangka mengantisipasi sekaligus upaya penanganan bencana secara optimal, melalui beragam langkah strategis guna meminimalisir dampak kerugian.
Surat keputusan itu, secara eksplisit menekankan mobilisasi segenap sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak bencana, sekaligus menjalankan prosedur pemulihan secepat mungkin.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan mengikuti instruksi pihak berwenang," ucapnya.
Dia juga menginstruksikan seluruh kepala perangkat daerah, untuk menjadi petugas naradamping atau Liaison Officer (LO) guna memastikan efektivitas koordinasi antara pemerintah dengan instansi terkait, sekaligus terjun langsung membantu masyarakat terdampak.
Pemkab Bekasi, telah mengerahkan tim tanggap bencana dari BPBD dan relawan kebencanaan untuk berkoordinasi dengan instansi di tingkat provinsi dan pusat. Posko darurat serta dapur umum, juga telah didirikan untuk memberikan bantuan kepada warga.
"Kepedulian dan kerja sama masyarakat serta pemerintah menjadi kunci dalam penanganan bencana ini. Dengan status tanggap darurat ini, kami berharap dapat segera memulihkan kondisi bencana sekaligus memastikan keselamatan warga terdampak," ucapnya.
Baca Juga: DPRD DKI Sarankan Pengerukan Sungai Atasi Banjir di Jakarta
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyatakan penetapan status tanggap darurat bencana mempertimbangkan kondisi terkini wilayah terdampak yang semakin meluas, dari semula tujuh kecamatan menjadi belasan kecamatan.
"Banjir saat ini melanda 51 desa di 16 kecamatan dengan ketinggian muka air bervariasi antara 20 centimeter hingga lebih dari 1,5 meter," katanya.
Sebanyak 61.648 warga terdampak banjir dan 48.207 warga di antaranya terpaksa mengungsi di 14 titik pengungsian. Wilayah paling parah terdampak meliputi Desa Sukamekar, Buni Bakti, Kedung Pengawas serta beberapa desa di Kecamatan Cikarang Selatan, Setu dan Cibarusah.
Pemerintah daerah telah menggerakkan dapur umum, untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. Patroli keamanan di lokasi pengungsian juga terus ditingkatkan terutama bagi ibu hamil dan balita yang membutuhkan perhatian khusus.
"Petugas gabungan termasuk tenaga medis juga telah disiagakan di lokasi pengungsian untuk merawat warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat bencana ini," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Dedy Supriyadi, menyatakan seluruh sumber daya telah dikerahkan termasuk segenap organisasi perangkat daerah, BUMD-PDAM, Baznas, PMI serta pihak swasta yang berkontribusi dalam klaster logistik.
"Kami melibatkan semua potensi untuk membantu penanganan bencana ini, termasuk evakuasi warga dan penyediaan bantuan logistik," ucapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai






