Polda Riau Intensifkan Pencarian Ipda Angga yang Masih Hilang Pascabencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat

AKURAT.CO Polda Riau terus melakukan upaya pencarian Ipda Angga Mufajar, Anggota Ditreskrimum Polda Riau, yang hilang saat banjir bandang dan longsor melanda Padang Panjang, Sumatera Barat.
Seluruh proses dilakukan secara terkoordinasi dengan kekuatan personel yang bekerja sejak pagi hingga larut malam. Mengikuti perkembangan situasi dan kondisi medan pascabencana.
Kabid Humas Polda Riau, Kombes Anom Karibianto, yang saat ini berada di lokasi bencana, memastikan bahwa tim pencarian bekerja menyusuri Sungai Jembatan Kembar, lokasi ditemukannya kendaraan yang ditumpangi korban, hingga ke enam anak sungai yang memiliki potensi menjadi jalur hanyutnya korban.
Baca Juga: Polda Riau Tangani Laporan Perusakan Pos Satgas Taman Nasional Tesso Nilo, Jamin Tidak Ada Pembiaran
Pada Senin (1/12/2025) malam, kegiatan penyisiran dilakukan hingga pukul 24.00 WIB dan dilanjutkan kembali Selasa pagi dengan penambahan personel dari Polres Kampar.
"Proses pencarian melibatkan Tim Ditreskrimum Polda Riau, personel Reskrim Polres Kampar dan Polres Padang Panjang. Warga lokal sebagai penunjuk arah serta relawan Mapala Sumbar yang memahami karakteristik aliran sungai di kawasan tersebut," jelas Anom.
Anom menjabarkan, pencarian dilakukan dengan menyisir bantaran sungai, memeriksa cekungan, tumpukan material banjir serta titik-titik yang dinilai memiliki potensi ditemukannya korban.
Baca Juga: Polda Riau Gelar Workshop Green Policing untuk Ratusan Ketua OSIS dan Penanaman 21 Ribu Pohon
"Seluruh anggota di lapangan bekerja dengan penuh kehati-hatian, mempertimbangkan keselamatan personel. Serta terus berkoordinasi dengan Basarnas, TNI, BPBD, relawan, dan unsur pemerintah daerah Sumatera Barat," jelasnya.
Di luar operasi pencarian Ipda Angga, Polda Riau juga mengerahkan 290 personel sebagai bagian dari dukungan kemanusiaan lintas provinsi untuk membantu masyarakat Sumbar yang terdampak bencana.
Personel disebar ke berbagai titik terdampak untuk melaksanakan evakuasi korban, pendistribusian logistik, pendirian tenda pengungsian dan dapur umum. Juga pembukaan akses jalan yang tertutup material longsor serta membantu penguatan layanan kesehatan dan penyelamatan darurat di lapangan.
Anom menyampaikan bahwa misi kemanusiaan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara untuk membantu saudara-saudara yang tertimpa musibah. Sekaligus memastikan seluruh kebutuhan mendesak masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
"Seluruh operasi, baik pencarian Ipda Angga maupun penanganan bencana secara keseluruhan akan terus dilanjutkan menyesuaikan dinamika situasi di lapangan. Selama masa tanggap darurat masih berlangsung," demikian Anom.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







