Gedung SMP di Papua Dibakar OPM, DPR Minta Pemerintah Segera Buka Sekolah Darurat

AKURAT.CO Komisi X DPR RI mengecam peristiwa pembakaran gedung sekolah yang dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kampung Borban, Distrik Okbap, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Agustina Wilujeng Pramestuti, mendesak pemerintah segera hadir untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar di sekolah.
"Kami sangat mengecam aksi pembakaran sekolah yang dilakukan OPM. Sekolah adalah sarana bagi putra-putri kita untuk mengenyam pendidikan demi masa depan mereka dan pembangunan bangsa,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (17/7/24).
Pimpinan Komisi di DPR yang membidangi urusan pendidikan dan kepemudaan itu mendorong pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap layanan pendidikan dalam kasus ini.
Baca Juga: PN Cikarang Eksekusi Penyitaan Chadstone Superblok dan Pollux Mall
Meski gedung sekolah dibakar, Agustina meminta pemerintah menyiapkan cara agar anak-anak tetap bisa belajar.
“Untuk Komisi X, kami ingin memastikan anak-anak tetap dapat bersekolah walau mungkin dalam kondisi sarpras (sarana prasarana) sederhana. Sekolah tidak boleh berhenti," tegasnya.
Agustina menilai peringatan ini penting mengingat dalam keadaan bencana, urusan pendidikan tidak dijadikan sebagai hal prioritas.
Padahal, pelayanan pendidikan yang layak merupakan kewajiban pemerintah kepada setiap warga negara Indonesia sesuai amanat konstitusi, khususnya Pasal 31 Ayat 2 UUD 1945.
Baca Juga: Bawaslu Instruksikan Jajaran di Daerah Usut Dugaan Pelanggaran dalam PSU
“Sayangnya UU kebencanaan kita tidak memasukkan pendidikan sebagai hal prioritas. Maka kalau menunggu gedung dibangun kembali bisa kapan-kapan sekolahnya,” ucap Agustina.
Oleh karenanya, Komisi X DPR mendorong Pemda setempat untuk cepat tanggap mengatasi persoalan ini.
Agustina mengatakan, pentingnya dilakukan penyediaan sarana pendidikan sementara bagi siswa-siswi yang sekolahnya dibakar OPM.
“Buka sekolah darurat. Jangan menunggu sekolahnya dibangun. Jika harus atau perlu, pergunakan dana darurat pendidikan,” tutur legislator dari Dapil Jawa Tengah IV tersebut.
Lebih lanjut, Agustina menekankan pentingnya pemerintah segera melakukan perbaikan dan pembangunan ulang gedung sekolah yang dibakar.
Ia menyatakan, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
"Sekali lagi kami tekankan, anak-anak Papua ini harus tetap sekolah,“ tegas Agustina.
Terkait pembakaran gedung sekolah di Papua itu, Komisi X DPR menilai hal tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, khususnya hak dasar anak.
Agustina mengatakan, pembakaran gedung SMP tersebut bukan hanya sekadar merusak fasilitas publik tapi juga telah mengganggu hak anak untuk memperoleh pendidikan.
"Pembakaran sekolah bukan hanya merusak fasilitas pendidikan, tetapi juga melanggar hak anak-anak di Papua untuk mendapatkan pendidikan yang layak," sebutnya.
Baca Juga: Walau Terpuruk di Proliga, Loudry Maspaitella Sebut Timnas Bola Voli Putra U-20 Dapat Pengalaman
Apalagi dalam video yang beredar juga terlihat OPM mengibarkan bendera Bintang Kejora setelah aksi pembakaran sekolah. Hal itu dinilai sebagai bentuk intimidasi bagi anak-anak di Papua.
Untuk itu, Agustina mendesak pemerintah agar segera hadir mengatasi permasalahan tersebut. Ia mengatakan jangan sampai pendidikan anak-anak Papua menjadi terhambat dan dihalangi.
"Kehadiran pemerintah harus terasa dalam menyelamatkan hak pendidikan anak-anak Papua. Bisa dengan memperketat pengamanan di sekolah-sekolah demi memastikan anak-anak kita memperoleh pendidikan yang layak secara aman dan nyaman,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








