Di Hadapan Pemuda Makassar, Alam Ganjar Sampaikan Gagasannya Tentang Dunia Pendidikan

AKURAT.CO Dalam kunjungannya ke Sulawesi Selatan kali ini, Muhammad Zinedine Alam Ganjar diundang dalam kegiatan Bincang Massikola: Gerakan Pemuda Kota Makassar bersama relawan Makassar Siap Sekolah atau disingkat Massikola yang dihadiri oleh sejumlah pakar dan praktisi muda yang membahas soal dunia pendidikan.
Diskusi tersebut berlangsung interaktif, di mana banyak pertanyaan muncul dari ratusan audiens yang mengkuti acara tersebut di Bikin Bikin Creative Hub, Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (1/12/2023).
Dalam Bincang Massikola tersebut, putra tunggal pasangan Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh itu menilai bahwa sistem pendidikan saat ini masih mengedepankan aspek kognitif yang menurutnya tidak cukup. Pentingnya keseimbangan antara kognitif dan afektif.
Baca Juga: Tak Ada Debat Cawapres Berbau Pesanan Istana
"Pendidikan saat masih banyak menekankan pada aspek kognitif, padahal, aspek kognitif aja gak cukup. Perlu didampingi dengan aspek lainnya, seperti aspek afektif. Afektif sendiri berarti minat, sikap, konsep diri. Kedua kombinasi tersebut dibutuhkan dalam menjawab problem dunia nyata," ujar dia.
Alam pun mengungkapkan mayoritas kerjaan saat ini harus memenuhi persyaratan dasar. Selain itu, anak muda ditunut harus memiliki soft skill dan pengalaman melalui kegiatan positif sepert organisasi.
"Kalau di kelas kita menerima informasi yang sama dengan teman lainnya, terus apa yang membedakannya? Tentunya soft skill yang membedakan kita dengan orang lain. Maka, penting banget memiliki soft skill di era saat ini," kata dia.
Baca Juga: Hadiri COP-28, Pertamina Tegaskan Komitmen NZE 2060
Disinggung soal jurusan saat menempuh perkuliahan, Alam pun tidak mempersoalkan apapun jurusan yang diambil, yang terpenting, menurut Alam bagaimana mahasiswa tersebut bisa berkontribusi untuk masyarakat setelah menempuh pendidikan.
"Kalau jurusan enggaksesuai tidak masalah, yang penting seberapa manfaat kita memberikan dampak dalam lingkungan masyarakat," kata dia.
Selain itu, soal ketimpangan pendidikan yang terjadi antara desa dan kota di Indonesia, Alam menyebutkan beberapa daerah masih memiliki gap pendidikan yang cukup jauh, hal tersebut menyebabkan pemerataan pertumbuhan sumber daya manusia yang tidak merata.
Baca Juga: Dana Asing Masuk RI Pekan Ini Rp15,92 Triliun
"Hal tersebut menjadi salah satu masalah besar di Indonesia, karena pendidikan adalah hak asasi manusia, kebutuhan dasar yang berhak didapatkan oleh seluruh masyarakat Indonesia," ujar Alam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 3KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 8Prediksi Sassuolo vs Lazio 28 Oktober 2026: Jay Idzes Absen, Biancocelesti Diunggulkan
- 9KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah
- 10Geledah Kantor Pusat Djarum, KPK Dalami Penyimpangan Penerimaan Cukai Rokok









